Frontier

Frontier

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 31, 2023
WpInfo
Fiction
Historical
Di Abad ke-6 wilayah Eurasia, Bangsa Turki dibawah kepemimpinan Klan Ashina telah menaklukan dataran yang luas hingga menyentuh wilayah Pegunungan Kaukasus. Iltas, Kapten dari Suku Kyrgyz yang ditugaskan untuk menjaga kabilah dagang Gokturk, diserang oleh musuh bebuyutan mereka yaitu Avar, sisa Bangsa Mongol yang lari ketika diserang Gokturk dahulu. Selama diperjalanan, dibawah musim dingin yang tidak kenal ampun. Drama diantara para abdi Gokturk itu kian meruncing, mereka saling tuduh menuduh satu dengan yang lain. Iltas merenungi hidupnya, tentang rindu yang tak selesai. Ia merindukan kebenaran yang hakiki, tentang apa tujuan sebenarnya mereka hidup. Di sana, di Pegunungan Kaukasus. Tempat Suku Chechen bermukim, telik sandi Gokturk menemukan jejak kaki Tentara Avar di desa mereka. Itulah sedikit bagian dari potongan kisah hidup Iltas. Bertarung untuk bertahan hidup dan terus bertarung demi kebenaran hakiki yang ia rindukan. -- 12+ Genre: Aksi, Petualangan, Drama, Sejarah Fiksi, Militer Illustrator: @Analella_
All Rights Reserved
#364
perang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEY
  • DARK ERA {CH}
  • Varunadwipa (Season 1)
  • MISTERI DESA KALISADA [complete]
  • 17 Days Of: Membunuh Atau Dibunuh [21+]
  • Hujan di Malam Hari✔
  • DEI INVENTA
  • PITUNG DINO [complete]
  • Sang Elang Terpilih
KEY

DOR!! Letupan pistol terdengar bertubi-tubi. Ribuan tentara bergerak dengan serasi. Tank-tank besar menembakkan amunisi. Itulah pemandangan setiap hari dari sebuah perang. Di satu sisi, keegoisan pemerintah menyelamatkan wilayah. Di sisi lain, para penduduk menderita tanpa suka. Perjuangan demi perjuangan, menyelamatkan negara. Namun juga lupa, ada manusia yang membutuhkan ketenangan jiwa. Api membakar lahan. Bom meruntuhkan gedung. Banyak yang putus asa. Banyak pula yang penuh amarah. Teriakan menggema di penjuru negeri. Seperti nyanyian burung di pagi hari. Tangisan siapa lagi yang mereka cari? Mereka tidak ingat. Peperangan yang terjadi bukan hanya dirasakan orang dewasa. Namun juga anak-anak yang tidak tau apa-apa. Disclaimer : Masashi Kishimoto Inspired by : Song "AKMU - Hey kid, Close your eyes (with Lee Sun Hee)" [Semua tokoh dan gambar dalam cerita, bukan milik penulis]

More details
WpActionLinkContent Guidelines