RED
  • WpView
    Reads 316
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 24, 2023
Terus menerus hidup dengan ingatan yang sama itu tidaklah mudah. Kadang aku bertemu dengan beberapa orang yang ku kenal lewat kehidupanku yang lalu, entah di kehidupan kedua atau ketiga. Mereka berubah, tentu saja. Bahkan aku sudah tahu bahwa mereka tidak memiliki ingatan dari kehidupan pertama mereka. Di kehidupan kedua, aku bertemu dengannya. Laki-laki berperawakan gagah, dengan senyum termanis yang pernah aku lihat, wajah tampannya menunjukkan betapa berwibawanya dia. Laki-laki itu memangku jabatan penting, ia melamarku, tapi aku yang bodoh ini menyuruhnya membangun 1000 candi dalam satu malam. Hingga di kehidupan ke-35 ku ini, aku masih gagal move on. Sialnya karena sejak dulu aku adalah warga penting di langit, ingatan dari kehidupan kedua ku akan terus ku ingat sampai berapa kali pun aku bereinkarnasi. Dan sialnya lagi, aku yang bodoh ini mencoba untuk terus memikat dia, laki-laki pertama dan terakhir yang berani melamarku. Iya terakhir, karena setelah melewati kehidupan kedua ku, aku memilih untuk menjadi "perawan tua" hingga akhir hayatku. Inspired by Kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso Ini kisah fiksi, murni karangan Author
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • Prambanan Obsession (END)
  • Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)
  • Story Of My Life
  • NARENDRA, SPOILED HUSBAND (END)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • BALADA KEHIDUPAN
  • GGS (Ganteng-ganteng Somplak)
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]

"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines