Langit yang Tak Lagi Sama

Langit yang Tak Lagi Sama

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
"Di bawah langit yang berubah warna, Anka melihat Ayline duduk diam, matanya menatap jauh ke hamparan langit yang luas .Dia tahu Ayline selalu begitu tenang, penuh kedalaman, seolah sedang mencari sesuatu yang tak bisa dijamah. Anka ingin jadi rumah dan tempat Ayline bisa pulang tanpa takut akan pergi lagi. Tapi kadang, Anka merasa dia hanya seperti senja yang datang dan pergi tanpa pernah bisa bertahan lebih lama. Anka berharap, meskipun dia datang dan pergi, dia bisa selalu kembali untuk Ayline."
All Rights Reserved
#350
sunrise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Algorithm
  • Two Hearts, One Path ~Harqeel (HIATUS)
  • Crazy Girl and Silent Harry
  • HARQEEL
  • Bumi Ranah Sagara ~Tamat~
  • Senja
  • The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan.
  • My Bricks
  • Diam Diam Nikah

Harry Alaric Vaughan sudah terbiasa hidup dalam sunyi. Jenius di bidang teknologi, tenang, tertutup, dan terlalu dingin untuk peduli urusan orang lain. Dunia baginya hanya algoritma, kode, dan layar komputer sampai dia mendengar suara cempreng yang familiar dari masa lalu. Aqeela Revanna Celestia bukan gadis biasa. Ia terlalu ribut, terlalu jujur, dan terlalu berani untuk ukuran anak SMP dan dia sering di juluki cegil (cewe gila). Tapi justru itulah yang membuatnya berbeda. Tanpa sadar, mengacaukan sistem paling rapi di hidup Harry. Pertemuan mereka kembali tidak terduga. Aqeela sudah tumbuh... dan sudah menjadi milik orang lain. Sementara Harry harus memilih antara tetap diam seperti biasanya, atau meretas takdir demi memperjuangkan sesuatu yang bahkan tidak bisa dia definisikan. Di balik dunia sekolah elit, bisnis rahasia, dan identitas tersembunyi, mereka belajar satu hal: Kadang... yang paling bikin error bukan sistemnya. Tapi perasaannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines