TRESNNN (cinta)

TRESNNN (cinta)

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 14, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bisa dibilang hidup Qai terlalu flat-flat saja, ia pun mengakuinya. Dunianya tidak terlalu menarik untuk dibahas, tidak terlalu mendebarkan layaknya kisah para gadis seusianya, ataupun terlalu misterius. Ia cukup bahagia dengan kisahnya, dunianya, pekerjaanya, dan tentu saja dirinya. Mungkin ia terlihat berbeda, tapi Qai tidak memimpikan kisah yang sama dengan dunia milik orang lain, ia ingin memiliki kisah unik versi dirinya saja. ya, versi dirinya. Yang...tentu saja, lebih indah dari imajinasinya. Karena nyatanya, seindah apapun kisah yang ia impikan, akan kalah saing dengan keindahan takdir-Nya. "Andai seorang hamba tahu maksud di balik takdir yang di tetapkan kepadanya, pasti ia akan menangis karena telah berburuk sangka kepada Allah swt" - Syaikh Mutawalli al-Sya'rawi Sebuah kisah yang inshaAllah dapat membuat kita yakin akan kasih sayang-Nya dan keindahan takdir yang setiap ciptaan-Nya miliki. .... "Maaf permisi, boleh saya minta nomor handphone orang tua anda?" Ucap seseorang yang di dampingi rekannya. "Eh, saya?" "Bukan" Ternyata mulai saat itu, dunia Qai tidak seperti biasanya, satu persatu cerita hidupnya mulai banyak yang berubah mendebarkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • KISAH KAU DAN AKU
  • Disguise... [END]
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • Betadine
  • Narasi patah hati
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines