Memendam Rasa

Memendam Rasa

  • WpView
    Letture 123
  • WpVote
    Voti 22
  • WpPart
    Parti 13
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, lug 15, 2023
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Rasa yang tak pernah ku ceritakan pada siapa pun kecuali pada Rabb ku,rasa ini selalu ku simpan dengan baik,karena ku tau rasa ini bukan waktu yang tepat untuk di utarakan masih banyak mimpi yang harus ku wujudkan dan orang tua yang harus ku banggakan. Hembusan angin sepertiga malam tak mengusik melsa untuk tetap bermunajat ke pada sang maha pengyang yang telah memberikan semua kenikmatan yang ia rasakan selama hidup dan prestasi yang tak semua orang punya. "ya ... Allah aku bersyukur atas semua yang kau berikan,tapi mengapa? rasa ... ini selalu hadir dalam setiap hari-hari ku, ya ... Rabb ku titip kan cinta ini hanya pada Mu, jika memang dia benar menjadi takdir ku tolong jaga dia seperti engkau menjaga ku" ucap melsa sembari menghapus air matanya seseorang yang tak pernah Melsa lupakan walaupun sudah tak bertemu selama hampir empat tahun tapi tak mengurangi rasa sedikit pun kepadanya.
Tutti i diritti riservati
#829
bedaagama
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • ELSA & GINTARA [END]
  • Restu Tuhan
  • Aktor Itu Suamiku [SELESAI]
  • This City
  • RAFAEL- Rafael & Mikella [ END ] ✓
  • BALADA KEHIDUPAN

Beberapa tamu yang baru saja hadir berhasil membuat suasana di dalam Gereja semakin ramai. Situasi yang tentunya langsung membuat keringat Gintara bercucuran meski rasanya tidak gerah sama sekali. Ada gugup sekaligus haru yang baru pertama kali ia rasakan dalam hidupnya. Sambil melihat dirinya sendiri di pantulan kaca, ia kerap merapalkan doa semoga ini jadi yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Sebab ia percaya, apa yang sudah persatukan oleh Tuhan, tidak bisa dipisahkan manusia. Sementara itu, selang beberapa jam setelahnya, Elsa yang baru saja menyelesaikan riasan pengantinnya mulai sibuk mencari tisu. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini sudah tak terbendung lagi. Perasaan aneh yang menjelma jadi seulas senyum tipis terpoles di bibirnya kala melihat seorang penghulu yang sudah hadir. Tepat beberapa detik setelahnya, bayangan wajah laki-laki yang bertahun-tahun lamanya hidup dalam ceritanya semakin tergambar jelas. "Yuk, akadnya udah mau mulai," tegur Riska yang selalu jadi saksi bagaimana hati Elsa dibolak-balikkan oleh satu laki-laki yang sama. Sampai tangannya menangkap tangan Riska yang sudah tersenyum haru di sampingnya, Elsa tersadar bahwa sebentar lagi hidupnya akan benar-benar berubah. Tidak ada waktu lagi untuk memikirkan apa yang akan terjadi dalam hidupnya setelah ini. Elsa hanya ingin bahagianya nyata. Mungkin saja ini waktunya. Semoga.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti