Menghapus Jejak Malam [Segera Terbit]

Menghapus Jejak Malam [Segera Terbit]

  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
Nyawa Monica di ujung tanduk. Satu kesalahan fatal satu-satunya mengubah hidupnya menjadi perburuan maut. Dalam pelarian yang putus asa, sebuah kecelakaan membawanya ke hadapan Zayyan-pria asing yang menjadi tiket tunggalnya untuk bertahan hidup. ​Demi sembunyi, Monica memilih bungkam dan bersandiwara di balik topeng amnesia. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, dinding kebohongan yang ia bangun perlahan retak. Di antara kejaran dendam Jullian yang kian dekat dan perasaan tulus Zayyan, mampukah Monica terus bersandiwara? Ataukah rahasia itu justru akan menghancurkan satu-satunya tempat ia merasa aman?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFTER OUR YOUTH
  • Starry Night
  • NINGRUM
  • Thorns Beneath the Moon
  • "Arabella, Mijn Liefste" (Sudah Terbit)
  • Where They All Look At [ END ]
  • Sekuter
  • Hello, KKN!
  • Dangerous Deal (COMPLETED)
  • conditional love

[POV orang pertama] [Slow burn story] Kehidupan Sizha tidak pernah menarik untuknya. Kedua orang tua bercerai dan ia tinggal bersama ibunya sendirian. Meskipun perceraian memisahkan kedua orang tuanya, tapi tidak memisahkan Sizha dengan siapapun. Hidup dengan keluarga yang rumit membuat Sizha bersikap tak acuh dengan sekitarnya. Bahkan di sekolah, dia tidak pernah peduli apapun selain sesuatu yang dirinya terlibat didalamnya. Sizha bahkan tidak punya teman dekat meskipun tiga tahun dengan anggota angkatan yang sama. Namun suatu hari, laki-laki bername-tag Nofel berbicara padanya. Bahkan Sizha tidak tahu ada yang bernama Nofel sebelumnya. Nofel terus mengganggu keseharian Sizha di sekolah, setidaknya itu menurut Sizha. Sizha tidak risih, ia bahkan tidak mengusir, hanya saja, kala Sizha tahu siapa dalang dibalik keanehan Nofel, Sizha mulai risih. Tidak pada Nofel tapi pada pelaku. Hari-hari Sizha yang tenang kini memiliki runtutan masalah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines