Hagan agrantara, kerap di panggil Agra. Wajahnya nyaris sempurna, ketampanan nya mampu memikat kaum hawa, dengan mata elang milik nya juga alis nya yang tajam setajam silet. Dengan bibir kecil berwarna merah muda, Bagaimana dengan kehidupan nya? Pasti nya sempurna.
Tidak...Justru terbalik dengan kehidupan nya yang sekarang, Agra justru harus bernasib dengan tidak memiliki orang tua mulai sekarang. karena apa, Papanya baru saja pergi menyusul mama nya, Merasa diri nya tidak lagi ada kebahagiaan yang menyertainya.
juga ketenangan hidup nya mulai terusik, oleh bara yang terus merombak-rambikan hidup Agra kian kacau, bahkan satu persatu masalah muncul. geng varos yang di ketuai oleh bara, para gangster, suka tawuran, balapan, adalah hobi mereka. bara dan kano wakil ketua juga ke empat intinya lah yang selalu mengganggu Agra, walau sekolah mereka beda tempat.
"hidup gua ga tenang kalau, ga ganggu Lo."
Dan juga gadis hijab yang cuek, dengan nama lengkap Amira zalsa azhimah kerap dipanggil zalsa. Agra terpana dengan mata bening milik gadis itu, ia jadi penasaran akan gadis itu lebih jauh.
Tak pernah terlintas dalam benak Alif akan kasus yang ia tangani puluhan tahun lalu, berubah menjadi sebuah boomerang dendam yang siap menghantam habis keluarganya. Hamzah Al-Ghazawan dan Hasbi Al-Gaishan, kedua putra Alif tidak tahu malapetaka yang menghampiri, ternyata berasal dari dendam yang seharusnya diterima orang tua mereka.
Sampai suatu hari Hasbi, dokter muda yang bekerja di forensik ini mengalami kisah tragis dalam hidupnya. Sedih mendalam, terpuruk, dan takut dalam diri Hasbi menggerakkan sang Kakak untuk merubah apa yang dialaminya menjadi sebuh kasus yang harus diselidiki.
Hamzah, mengikuti jejak ayahnya menjadi penyidik kepolisian. Dengan segala upaya ia lakukan untuk mencari dalang dibalik semua yang dialami adiknya. Bahkan membentuk sebuah agen bernama AGEN[IUS]. Namun, siapa sangka kesalahpahaman besar timbul ditengah-tengah mereka?
"Mari hentikan penyelidikan sampai di sini, Hasbi."
"Kenapa? Apa karena yang Abang cari sudah Abang temukan?"
"Sejauh ini tidak ada barang bukti spesifik ditemukan dalam kasus Jenna. Tidak ada pelaku yang bisa dijadikan tersangka. Tidak ad -"
"Bukan barang bukti, tapi kebenaran. Abang menemukan kebenaran yang aku pun baru tahu. Jika Jenna, sebenarnya cinta pada Abang, bukan?"
___________________________________________
"Menangislah, hatimu baru saja kehilangan. Istirahatlah, ragamu butuh untuk bersandar. Ikhlaslah, ragaku kembali pada Tuhan. Tenanglah, cinta yang kamu khawatirkan sesungguhnya sudah suci terikat dihadapan Tuhan. Pulanglah saat Tuhan sudah menjemputmu, jangan sendirian. Aku akan tetap setia disini menunggumu pulang." -- Amara Jennaira.