ASBI
  • WpView
    LECTURAS 1,100
  • WpVote
    Votos 79
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 4, 2024
[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Abidzar Al-Ghifari Seorang Gus galak,cuek,dan tegas di Pondok Pesantren orang tuanya, lalu dijodohkan dengan seorang santri yang selalu mendapatkan hukuman karena kesalahannya. Keysa Munawafa Seorang santri nakal yang selalu mendapatkan hukuman karena kesalahannya, lalu dijodohkan dengan seorang gus di pondoknya. ••• "WOYLAH SETANNN!!!" Teriak Asa, yang hendak lari. "Saya manusia bukan setan" Dingin gus Abi. "SIAPAPUN TOLONGIN GUE PLIS, ADA SETAN BERKEDOK MANUSIA!!" Asa berlari sekencang mungkin agar cepat sampai ke asrama, namun bukannya menuju arah asrama Asa malah berlari ke arah lapangan pesantren. "Heh berhenti kamu!" Gus Abi berlari mengejar Asa, jadilah mereka kejar-kejaran mengelilingi lapangan pesantren. Penasaran sama kisah cinta mereka gimana????? Yukk MarKiBa (Mari Kita Baca).
Todos los derechos reservados
#86
galak
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hug Me When Halal (END)
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI
  • Mubayyin [On Going]
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Gus Your Mine!
  • Takdir Yang Tertunda
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Midnight Forest
  • Aurakham (Aurora & Arkham) [End]

📚Teenfic-Spiritual "Terima kasih, sampai detik ini gus masih baik banget sama Maira. Maira enggak pernah nyangka kalau gus masih mau nolongin Maira. Maira tau semuanya tentang apa yang membuat gus menjauh dari Maira. Kita sama-sama berkorban, ya. Kalau memang Allah mentakdirkan kita bersama, semua akan dipermudah. Semangat ya, Gus." Air mata Maira kini sudah tidak dapat dibendung, ia menutup mulutnya sendiri agar Wafa tidak mendengar isakannya. Wafa menoleh kepada Maira sebentar, mendapati Maira yang menangis Wafa langsung melenggang pergi dan masuk ke mobil. "Suatu saat nanti, kita akan berdampingan. Tidak ada yang mendahului dan terdahului. Enggak tau kenapa Maira yakin banget kalau nantinya kita bisa bersatu, Gus."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido