We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
From Enemies Become a Lovers

From Enemies Become a Lovers

  • WpView
    Reads 7,509
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
WARNINGG!!!!! Banyak adegan 18+, kata-kata kasar, kekerasan, toxic, pelecehan, obsesi, dark romance, dan pergaulan bebas. Jadilah pembaca yang bijak! Luna yang berpikir bahwa kehidupan kampusnya akan indah berubah 180° sejak dia memiliki masalah dengan Nathan. Tanpa sengaja Luna mengganggu Nathan sehingga dia harus menerima konsekuensi yang diberikan olehnya. "Don't bother me if you don't want to suffer the consequences" Siapapun yang berani mengganggu Nathan, maka dia harus menerima semua konsekuensinya. Kekasaran demi kekasaran dilakukan nathan untuk mengganggu Luna tetapi siapa sangka jika Nathan akan menyukai Luna yang justru rasa suka tersebut berubah menjadi obsesi terhadap Luna. Bagaimana cara Luna mengahadapi gangguan dari Nathan. Apakah Luna menyukai Nathan seperti Nathan menyukainya atau dia malah membencinya karna rasa obsesinya terhadap Luna? *CERITA INI DILENGKAPI DENGAN GAMBAR ATAUPUN GIFT*
All Rights Reserved
#295
trending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Based on Love
  • The Sexy Lecturer Is Mine
  • DANTE [Completed]
  • AZGLAIR
  • RAMA: DANGEROUS BOY
  • INTRÉPIDE
  • ALTEZZA

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines