W.A.F
  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Sep 12, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
.." Kamu itu cuma anak pembawa sial. LIHAT!! Arde itu sakit gara-gara kamu Dea!!." - Dea seorang anak perempuan yang memiliki kehidupan yang menyedihkan sejak kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan. Dea tinggal dirumah adik ayahnya-- pamannya yang bernama Riko dan istrinya--Bu Rina. Disana dia juga tinggal bersama nenek dan anak pamannya--Ardhe 'Anak pembawa sial' Julukan yang biasa diberikan oleh orang-orang yang dia anggap sebagai keluarganya. Hinaan dan cacian sudah menjadi makanan sehari-hari bagu Dea. Keinginan untuk membahagiakan neneknya menjadi alasan Dea masih bertahan hingga saat ini. - "Hy kenalin nama gue Rea. Gue boleh duduk disini?" Sapa Rea yang menjulurkan tangannya sembari tersenyum kepada Dea. "E-emm bo-boleh" Jawaban Dea yang terbata-bata sembari menyambut uluran tangan perkenalan dari Rea. "Btw nama lo siapa?" "Dea" "Widihhh nama kita mirip yaaa. Sekarang kita jadi teman fiks. Dea doang? Ga ada kepanjangannya gitu?" Dea terdiam sebentar menatap gadis didepannya itu. Ia masih tidak menyangka ternyata masih ada orang yang ingin menjadi temannya. " E-engga" "Loh kenapa?" Dea hanya menatap Rea seakan dia sangat ingin menceritakan sesuatu kepada gadis itu. Namun, entah mengapa serasa ada yang menahannya. "Gapapa" -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DANADYAKSA
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Rannia√
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Antagonis 2 (END)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • LALA
  • Albel

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan