Muhammad Azzam (on going)

Muhammad Azzam (on going)

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 19, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang perempuan bernama illa danisyah yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas dan akan melanjutkan pendidikan nya diperkuliahan namun ia dipertemukan secara tidak sengaja dengan seorang ketika ia kehilangan tasbihnya. "Lohh...kok gak ada tadi disini lohh..didalam tas kok gak ada yahh...ih kemana yahh" seorang perempuan yang panik tengah mencari sesuatu didalam tasnya sampai sampai menuangkan isi tasnya dilantai. "yahhh kok gak ada tadi illa inget banget Illa taruh tas...apa dirumah yahh...kalau gak ada yah udah deh illa ikhlasin aja buat yng nemuin, tapi sayang banget sih soalnya itu kan custom ada nama illa nya, yah udah lah Illa pulang aj." illa memasukkan isi tas nya kembali. Disisi lain sebelum sholat ashar dimulai Seorang laki laki yang menemukan sebuah tashbih berwarna pink pastel tergeletak di tanah, ia mengambil nya dan bertanya tanya dalam hati "Kok ada tasbih punya siapa yahh" batinnya sembari menengok kiri kanan. "Kalau gitu aku simpan dulu nanti aku kasih setelah selesai sholat"ucapnya pada dirinya sendiri laki laki itu put bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu.
All Rights Reserved
#62
ceramah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Sebuah Takdir
  • KANALA (TERBIT)
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Imamku Gus Killer [Terbit]
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • Pangeran Syurga Khaliza (Completed)
  • Antara Hati dan Iman ✅

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines