Leon Alfinda Putra, seorang aktor remaja populer. Sejak kecil, ia sudah terbiasa berdiri di depan kamera, menghafal dialog, menahan senyum saat lampu sorot menatap wajahnya, dan berusaha memberikan yang terbaik di setiap pengambilan gambar.
Ia sukses di dunia karirnya, namun ia gagal dalam percintaan. Dikhianati sang kekasih hanya sebagian dari derita yang di pendamnya. Perubahan sikap sang ayah, tuduhan, trauma dan rasa bersalah.
Dunia akting dan modeling bukan sekadar hobi baginya, tapi napas yang membuatnya tetap hidup. Tempat pelampiasan yang positif. Di sana, ia bisa merasakan berbagai emosi dalam aktingnya. Bahagia, tawa, yang tidak pernah ia dapatkan lagi dalam dunia nyatanya. Bahakan ia biasa meluapkan emosi nyatanya dalam akting menderita.
Namun, apakah dunia itu harus berhenti ketika orang tuanya bersikeras mengirimnya ke pesantren?
Setelah pengalaman buruk dalam kisah percintaannya, apakah ia mampu untuk kembali membuka hati?
All Rights Reserved