Takdir Kita

Takdir Kita

  • WpView
    Reads 237
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 16, 2023
"Selamat hiks selamat karena lo udah berhasil merengguk semuanya dari gue hiks." Perempuan itu mengusap kasar air yang keluar dari kedua matanya. "Kehormatan gue, kehidupan gue, impian gue, cita-cita gue, masa depan gue hiks." Ujarnya sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri. "SEMUA HILANG KARENA KELAKUAN BEJAD LO, hiks hiks hiks." Tubuh cowok itu terdorong kebelakang setelah perempuan itu mendorong dirinya. "Gue punya salah apa sama lo, hiks hiks sehingga lo berani menghukum gue seperti ini hiks." Lanjut perempuan itu masih dengan derai air mata yang terus mengalir dan menganak sungai di kedua pipinya. - Aariz Calandra Frizan - Raiya Syaqira Jovelyn
All Rights Reserved
#524
masasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alinka's Story! [Completo]
  • Married With Senior (Selesai)
  • CAHYA UNTUK MENTARI
  • SOLITUDES
  • AKSARALETTA
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • ARISYI EL QATHYA
  • DEAR LOVE
  • Pernikahan Dhini

PINDAH KE KUBACA!! "Anak siapa yang sedang kau kandung hah!" teriak pria paruh baya dengan wajah memerah menahan amarahnya. "Mungkin itu anaknya dan kekasih-nya yah. Kemarin, aku melihatnya bercumbu dengan kekasih-nya di taman belakang sekolah yah.." adu seorang gadis dengan nada yang meyakinkan sang ayah. Sedangkan, orang yang dituduh itu menggelngkan kepalanya. "Kau! kau tidak dibesarkan untuk menjadi seorang jalang seperti ibumu! Seharusnya kau berterimah kasih karna aku dan ayahmu mau membesarkanmu. Tapi, kau malah melakukan hal yang menjijikan seperti ini sama seperti yang dilakukan ibumu. Hah. Bagaimana bisa kau memiliki anak dari wanita tak bermoral seperti itu. Lihat sendiri bukan. Dia sama seperti wanita itu." maki wanita paruh bayah pada seorang perempuan yang duduk bersimpuh dibawah kaki ayahnya. Sedangkan pria paruh bayah itu hanya diam tak bisa menjawab perkataan tersebut. "hiks..m-maafin Alin yah.. Alin dijebak hiks... " perempuan yang bernama Alin itu memeluk kaki ayahnya meminta pengampunan. Namun, pria paruh bayah itu dengan tidak berperasaan menghempaskan tubuh Alin hingga Alin jatuh terjungkal. "Pergi dari rumahku! Dan jangan harap kau bisa memanggilku Ayah lagi. Karna kau bukanlah putriku! Hah.. aku menyesal memungutmu dulu." usir pria paruh bayah itu lalu menyuruh istri dan anak sulungnya masuk kedalam rumah. Lalu menutup pintu rumah itu dan membiarkan Alin sendirian di perkarangan rumah. Senyum mengembang menghiasi wajah kedua orang perempuan yang sangat senang dengan pengusiran Alin. ❌DON'T JUDGE MY STORY🚫❌ ❌DON'T COPY MY STORY🚫❌ ⚠MENGANDUNG BAHASA KASAR⚠ ⚠WARNING 18+⚠ **** PLAGIAT MENJAUH! YANG GAK SUKA CERITA NYA MENJAUH!

More details
WpActionLinkContent Guidelines