I'm Fine

I'm Fine

  • WpView
    Reads 4,109
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 11, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Pada awalnya semua berjalan semestinya. Semua tertata dengan teratur dan indah. Benar-benar kehidupan yang didambakan semua orang. Jika dilihat seperti susunan batu bata teratur tanpa cela. Seperti keindahan bunga sakura yang mekar pada musimnya. Bunga Edelweis yang tetap bertahan menjaga kecantikan setiap saat dan waktu. Keindahan yang tak kan terlupakan. Meski semua itu pada akhirnya menjadi kepingan sampah saat di petik dari tangkainya yang tak akan cantik kembali. Tetap ada rasa haru menyelimuti perasaan ku, bahagia pernah merasakan kehidupan terindah itu. Meski tak selamanya menjadi milik ku. Hanya 1 yang ku petik dari setiap perjalanan hidup ku. Jangan jadikan kisah masa lalu menjadi patokan!!!! Ingat lah. Tak ada yang abadi didunia ini. Jangan sekali-kali mengatakan keadilan dan ketidakadilan, karena tidak ada yang adil dan tidak adil di bumi ini.
All Rights Reserved
#647
melankolis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • PROJECT M
  • Hopeless
  • Whisper Of Destiny
  • Look At Me!!!
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Salah Target
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • ECHOES FROM THE FORGOTTEN || BL HALITAU FANTASY AU-Boboiboy Elemental Ship
  • Rahasia Boboiboy Gempa

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines