MY SOFTLY HUBBY [END]

MY SOFTLY HUBBY [END]

  • WpView
    Reads 2,518,810
  • WpVote
    Votes 60,567
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 4, 2024
[ πŸ”žπŸ”ž Tidak sehat bagi jantung jomblo ] Prinsip hidup Alam sederhana, tidak mencari masalah dan enggan menikah. Sementara prinsip hidup Navella kompleks, si biang onar yang ingin cepat menikah. Pertemuan mereka bermula dari status dokter-pasien, beralih ke pasangan suami-istri saat Navella menjebak Alam dalam skandal romantis yang mengakibatkan ratusan ribu fans laki-laki Navella murka. Sekarang, ketentraman Alam terombang-ambing atas tingkah laku ajaib istrinya yang wajib ia hadapi setiap detik. πŸ”žπŸŒΆ Adults stories with some spicy scenes.
All Rights Reserved
#170
desire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End] Behind The Heart
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • MY SULKY HUBBY [END]
  • MY SWEETY HUBBY
  • I am (not) Into It (UNDER REVISION)
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Married For Stimulate
  • Yang kuinginkan, tapi bukan yang kubutuhkan
  • Let's Get Married

[Romance] Follow dulu, baru dibaca. Avram Gian Pradipto -Dokter dengan tingkat kegagalan operasi 0%- Wanita itu melihatku tajam. Tanpa rasa terkejut, maupun cemas. Sebaliknya, ia balik tersenyum dan menunjukkan raut lega. Lalu pelan, bibirnya mulai berucap, "Tidak, terima kasih. Tapi, aku tidak ingin sembuh. Jadi, dok ... biarkan aku tetap sakit dan meninggal pada akhirnya." Galiya Mira Tabitha -Pasien dengan tingkat keinginan mati 100%- Pria itu melihatku bingung. Penuh rasa khawatir dan takut. Ia bertindak seakan dirinya adalah pasien dan aku sebagai dokternya. Lalu cepat, suaranya mulai kembali terdengar, "Saya tidak mengerti. Kenapa ... kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu? Kematian bukan sesuatu yang mudah. Dan saya ... saya tidak akan membiarkan kamu untuk meninggal. Tidak akan pernah." Bagaimana jadinya, jika seorang dokter yang selalu ingin menyelamatkan nyawa seseorang, bertemu dengan pasien yang tidak ingin diselamatkan? Akankah tercipta sebuah pengertian? Atau justru membentuk sebuah akhir menyedihkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines