Checkmate - ENHYPEN

Checkmate - ENHYPEN

  • WpView
    Reads 462
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 11, 2023
[Enhypen Hyung Line ft. ISA of STAYC] Rayden tahu ada yang janggal dari kematian kakaknya. Tak seperti apa yang diputuskan oleh pihak kepolisian 10 tahun yang lalu, Ray yakin jika Arjuna tidak mengakhiri hidupnya sendiri. Ia yakin, kakaknya telah dibunuh. Atau setidaknya, seseorang bertanggungjawab atas kematian Arjuna. Bertekad untuk mencari clue guna mendapatkan keadilan bagi kakaknya, Ray memutuskan untuk bersekolah di Decelis Academy--tempat kakaknya menghembuskan nafas terakhir-- sebuah sekolah swasta yang didirikan oleh Edu Byte Foundation yang diprakarsai oleh keluarga besar Adikarsa. Ray tak tahu jika seorang dalang dibalik kematian kakaknya jauh lebih besar dibanding dengan apa yang ia kira. [i] Sebagian besar percakapan ditulis dalam Bahasa Inggris. ©etlarosie, 2023.
All Rights Reserved
#367
isa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • √Fate (Dark blood) - Bromance Sungjake Ft Enhypen
  • DANGEROUS SCHOOL
  • [END] Genius Disciples [Dibukukan]
  • SEVEN BROTHERS✓
  • Bloody Mystery
  • We're (NOT) Brother
  • [1] Run Away || New Version [END]
  • Roses Wolves [ Jay ENHYPEN ] ✓
  • Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓]

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines