Tsukasa-Kun

Tsukasa-Kun

  • WpView
    Odsłon 1
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., lip 4, 2023
"Tuhan, mengapa kau membiarkan aku hidup?" "mengapa mereka pergi meninggalkan aku sendirian?" "apakah aku tidak diinginkan?" .... Tsukasa-Kun berjalan tertatih-tatih menahan rasa takutnya akan dunia. Panti asuhan tempatnya tinggal terbakar hebat hingga tak ada satupun yang selamat, terkecuali dia. Tsukasa-Kun lupa siapa yang pernah bersamanya sejak lahir, terkecuali seorang gadis muda berusia tujuh belas tahun yang selalu memanggil dirinya dengan sebutan Ibu. kenangan-kenangan kecil yang dia miliki soal Ibu itu tak begitu banyak. Lalu apakah yang akan di lakukan Tsukasa-Kun demi bertemu dengannya? akankah jiwanya yang sakit dan mentalnya yang terganggu karena Autisme mengantarkan ia pada pertemuan yang indah kelak?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Melukis Kesedihan Ava { TERBIT }
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Take a Chance With Me
  • AGEN RAHASIA ( CERPEN )
  • Time Loop
  • Unforgettable (𝐄𝐍𝐃)
  • RAUSIKA (END)
  • Si Pemalu

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści