Sabda Rindu

Sabda Rindu

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 9, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang semesta inginkan sekarang? Tidak bisa 'kah sedikit saja membiarkan rasa memeluk dengan hangat dua raga yang saling merindu? Untuk sekali ini saja, izinkan harapan yang telah hancur dirakit kembali dan berjanjilah tidak akan ada lagi yang mampu merusaknya. Rindu mu ada disini. Genggam tangan ku kembali, berjalan lagi bersama ku seolah tidak ada satupun yang kita takuti meskipun peluh tidak peduli. Ya, aku maksa. Memaksa dari takdir yang sepertinya tidak akan mengubah apapun. Nyatanya, berada didekat mu kembali rasanya sudah lebih dari apapun. Dari khayalanku yang tanpa ku sadari justru membuat sakit. Maaf, egoku masih sama. Setidaknya sekarang aku puas, mencurahkan segala isi hati yang sudah terlalu lama ku pendam. Ah, harusnya kamu juga mencurahkan isi hatimu, ya. Tidak apa, aku tetap bisa merasakan dari genggaman erat tangan mu yang dingin ini dan, ah, airmata yang keluar dari mata mu. Semesta begitu jahat. Lagi dan lagi tidak mengabulkan harap yang sudah ku langitkan. Kali ini lebih sakit. Semua terkubur tanpa sisa. Dan aku harus benar-benar belajar bagaimana caranya untuk ikhlas saat ini. Kehilangan yang lebih sakit dari sebelumnya. Terima kasih, Saba. Karena telah menjadikan aku wanita yang pertama dan terakhir untuk hatimu, membawa seluruh perasaan ku dan melukis kenangan kita disana. Aku janji akan baik-baik saja disini dan berharap semesta mengizinkan ku untuk menjadikan mu juga yang terakhir di hatiku. Sampai jumpa kembali. Jadilah kamu yang menjemputku ketika aku pulang bersama mu. Sabdanya, Rindu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind After
  • Ilusi
  • Paradise
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • The Fate Of My Life (END)
  • The First, Not the Last
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • As Time Allows
  • ALSTARAN [END]

Kita semu, dan aku mungkin hanya cerita tidak menyenangkan lainnya dari cinta pertamamu yang kelabu. Kita tiada, seperti suara riuh dari hujan yang sia-sia. -- [Beberapa part sengaja di-unpublish sementara karena proses revisi] Setelah kemarin, aku memutuskan menuliskanmu dalam cerita, sebagai bentuk penerimaan terbesarku usai kehilangan. Sebelum sampai Bandung pun, aku tahu aku hanya bersembunyi dibalik kata 'setelah' dan kita yang selesai. Sementara kamu tidak pernah hilang. Meski aku sudah tahu, rasanya kau seperti waktu, sementara aku hanya pergantian dari hujanmu yang usai--pun kemaraumu yang selesai. Aku masih bersikeras melupakan, El, mengisi hujan yang terlalu riuh dan pergantian musim yang terlalu lengang. Bandung sudah mengirimkan banyak orang-orang baru, memberitahu jika tanpa hadirmu pun, aku bisa melalui semuanya. Namun tetap saja, hatiku batu. Seluruh penuh dan kosong hanya meyakinkanku soal kamu. Sementara bagimu, aku tidak pernah punya ruang, bukan? Aku hanya kosong yang senang ketika kauminta menggenapkanmu paksa, memulihkanmu dari bekas luka dan cerita lama. Sudah hampir setengah dasawarsa, dan aku memutuskan menuliskanmu dalam cerita, menulis seluruh riuh hujan yang gembira dan cerita tentang perempuan kaku yang pandai berpura-pura. Terima kasih, El. Kau tetap manusia meneduhkan dan sungguh berharga bahkan setelah Bandung berhasil mengubah sebagian besar dari bagaimana aku melihat dunia. [COMPLETED]

More details
WpActionLinkContent Guidelines