Story cover for Hipotenusa by Blueesshua
Hipotenusa
  • WpView
    GELESEN 152
  • WpVote
    Stimmen 13
  • WpPart
    Teile 9
  • WpView
    GELESEN 152
  • WpVote
    Stimmen 13
  • WpPart
    Teile 9
Laufend, Zuerst veröffentlicht Juli 04, 2023
Mega tidak tahu apa yang Kafka sembunyikan, apa yang Kafka pikirkan, apa yang kafka inginkan dan Mega tidak tahu apa yang Kafka rahasiakan. Entah itu Kafka dan Laina, Kafka dan sejarah, Kafka dan keluarganya, Mega tidak tahu. 

Hanya saja, Mega takut. Jika Kafka membuka rahasianya, sebrengsek apapun laki-laki itu, Mega akan memaafkannya, Mega tidak akan bisa menghukumnya dan Mega akan kembali seakan tidak terjadi apa-apa. Karena Mega selalu memaafkan Kafka.

Kafka itu baik, tapi brengsek. Kafka itu selalu membuat Mega tenang, kemudian kecewa. Selalu seperti itu. Apakah mereka pada akhirnya bisa saling menerima dan memaafkan, atau justru memilih asing?

Kafka dan Mega selalu seperti hipotenusa.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Hipotenusa zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#120asmaraloka
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
ELZEAN [On Going] von AmourlieMourense
11 Kapitel Laufend
[ALASKA UNIVERSE 3] "Jika kamu menyukai langit dan laut, maka kamu harus siap menerima segala jenis cuacanya dan segala bentuk pasang surutnya."-Eliza. • • • "Gue cuma milik lo, selamanya." "Lo pembohong, Kak!" • • • Tentang Xaviera Eliza Araksa yang jatuh cinta pada pandangan pertamanya untuk seorang Albara Zeandra Rajasa. Meski Liza yang lebih dulu jatuh hati, namun nyatanya Zean lah yang mati matian berusaha membuat Liza percaya bahwa dia sangat mencintai Liza. Di saat semua yang Zean berikan sudah cukup membuat Liza percaya dengan cintanya, Liza malah di patahkan oleh satu fakta menyakitkan, membuatnya menjauhi Zean. Dengan susah payah Zean kembali berusaha mengembalikan kepercayaan Liza namun tak pernah lagi di anggap oleh gadis itu. Apakah nantinya Zean berhasil mendapatkan kepercayaan Liza?? • • • "Lo beruntung, Liz. Lo punya Daddy yang sayang banget sama lo. Lo punya keluarga besar yang selalu memprioritaskan lo." Eliza tersenyum miris, "Di balik itu semua, lo ga tau apa yang tuhan rebut dari gue, Sha." Hidup di dunia tanpa sosok seorang Ibu tentu sangat berat. Itulah yang Eliza rasakan. Ia di besarkan oleh Ayahnya seorang. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Namun Eliza tidak kekurangan kasih sayang sedikit pun, karna Gaviano selaku Ayahnya mampu menjadi sosok Ayah sekaligus Ibu yang baik untuk Eliza. Eliza juga di kelilingi keluarga yang hangat dari sisi Ayah bahkan Ibunya. Ia di kelilingi teman teman yang baik. Tapi ia tetap ingin merasakan hangatnya kasih sayang seorang Ibu. "Jika kamu melihat kehidupan seseorang jauh lebih baik dan beruntung darimu, coba tanya, apa yang tuhan rebut darinya." Xaviera Eliza Araksa. DISCLAIMER! •fiksi and 100% murni karangan penulis •Ignore typo •Warning harsh word and aldult area, HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN! •All pict by pin •Setiap alur tidak ada kaitan apapun dengan face claim di real life. BE A SMART READER! •PLAGIAT HARAP MENJAUH Start: 07/01/2024 Finish:-
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 8
ARTEMIS cover
Jodohku cover
DARK SIDE [COMPLETE] cover
Argumentasi Dimensi cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
ELZEAN [On Going] cover
Because I'm Stupid (End) cover

ARTEMIS

20 Kapitel Laufend

"Heh! Lo mau mati? Lo ga liat ada mobil tadi?!" pertanyaan sarkas itu terlontar dari seorang gadis dengan Hoodie hitam kebesaran dan rok biru yang ia kenakan. Anak laki laki itu terduduk di bahu jalan tidak menjawab apapun dia hanya menatap gadis itu parau, gadis itu berdecak melihat lelaki yang ia tolong diam saja bahkan tidak bergerak. "Ck,malah diem. kalo di tanya itu jawab." kesalnya, ia berbalik mengambil payung yang sebelumnya ia lempar karna menyelamatkan laki laki itu. Berjalan lagi ke arah laki laki itu dan memberikan payungnya berwarna kuning padanya, Laki laki itu mendongak melihat wajah gadis itu. "Nih ambil, muka Lo udh kaya mumi tau!" katanya dengan mengambil tangan lelaki itu untuk menyuruhnya memegang payungnya. "Gue ga butuh ini." jawab lelaki tersebut akhirnya membuka suara. "Udah ambil!" balasnya memaksa. "Tap-" katanya terpotong "gue mau balik!, Lo jangan lakuin hal bodoh itu lagi! nanti yang di atas marah." katanya sembari mengarahkan telunjuknya ke atas dan berbalik menerobos hujan. Lelaki itu tertegun mendengar ucapan gadis itu ia terus menatapnya sampai punggung nya tidak lagi terlihat dan beralih pada payung yang gadis itu berikan dan tanpa ia sadari seulas senyum tipis terukir di bibirnya. Lelaki itu pun mulai berjalan kearah sebaliknya dengan memakai payung itu.