Hipotenusa

Hipotenusa

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 14, 2025
Mega tidak tahu apa yang Kafka sembunyikan, apa yang Kafka pikirkan, apa yang kafka inginkan dan Mega tidak tahu apa yang Kafka rahasiakan. Entah itu Kafka dan Laina, Kafka dan sejarah, Kafka dan keluarganya, Mega tidak tahu. Hanya saja, Mega takut. Jika Kafka membuka rahasianya, sebrengsek apapun laki-laki itu, Mega akan memaafkannya, Mega tidak akan bisa menghukumnya dan Mega akan kembali seakan tidak terjadi apa-apa. Karena Mega selalu memaafkan Kafka. Kafka itu baik, tapi brengsek. Kafka itu selalu membuat Mega tenang, kemudian kecewa. Selalu seperti itu. Apakah mereka pada akhirnya bisa saling menerima dan memaafkan, atau justru memilih asing? Kafka dan Mega selalu seperti hipotenusa.
All Rights Reserved
#135
asmaraloka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Argumentasi Dimensi [Completed]
  • DARK SIDE [COMPLETE]
  • LIKE A FOOL
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • JAM 3 SORE
  • Kuat
  • REKSA: The Last Bell

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines