7 chapitres En cours d'écriture Menikah? Nggak ada di rencana hidupku, setidaknya sampai aku ketemu sama cowo yang bisa bikin aku bucin mampus. Nggak ada cerita nikah, apalagi nikah sama orang yang lamarannya ditolak sama Kakaku sendiri...oh NO! Tapi di sinilah aku sekarang-terjebak dalam rumah tangga dengan suami yang lebih pendiam dari tembok kamar. Demi Tuhan ini sih batu, bukan orang..
Anggukan, gelengan, lirikan atau 'hmm' doang?Tolong, ini itu rumah tangga, bukan film tanpa dialog. Nonton bokep dimute aja kurang seru apalagi pernikahan tanpa suara...HAMPA!
Lama-lama aku jadi dilema: harus nyerah aja dan ikut diem? Atau terus bikin drama biar rumah ini nggak serasa tempat meditasi?
_sayangnya tanpa perlu dibikin pun, drama itu telah datang sendiri pada Arunika dalam bentuk badai kecil yang terus berdatangan. Akankah Arunika sanggup bertahan? dan jika dia tak sanggup sekalipun apakah suaminya akan menjadi batu yang nyaman untuk dijadikan sandaran?