We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Etika Kartika Ketika Estetika

Etika Kartika Ketika Estetika

  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 12, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Novel ini mengisahkan tentang tokoh utama yang melihat takdir sebagai sebab hilangnya kehidupan utopia yang dipenuhi kenikmatan. Takdir yang digunakan oleh beberapa kelompok dalam masyarakat untuk menciptakan hierarki dan menyalahkan golongan lain sebagai penyebab sengsara. Di sisi lain, ada juga individu yang menggunakan takdir sebagai motivasi, meskipun terkadang mereka memanipulasi orang lain demi kepentingan mereka sendiri. Ada juga yang mengalihkan fokus takdir ke dimensi lain, seperti setan, untuk menghindari rasa bersalah dan mengambinghitamkan orang lain. Di tengah semua ini, tokoh memikirkan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang: apakah menganggap orang lain menderita bisa membuat hidup lebih nikmat? Apakah kehidupan utopia bisa dikembalikan? Dan mengapa manusia bisa lebih mudah diatur?
All Rights Reserved
#98
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit & Bumi (REVISI)
  • Liora
  • Transmigrasi Seline (END)
  • Rahasia Di Balik Luka
  • RIFIORIRE
  • Di Balik Pesona yang Menyiksa
  • To Be Antagonis
  • Takdir Tersembunyi 1 & 2 [SUDAH TERBIT✔️]
  • Antagonist Wife

Langit: Andai setiap manusia dapat memilih takdir hidup sebelum dilahirkan, pasti aku akan memilih menjadi manusia yang sehat seperti Bumi. Namun, takdirku telah tergaris menyedihkan. Aku selalu terbayang oleh kematian setiap waktu. Bumi : Apa salah jika aku menjelma menjadi manusia penuh kebencian? Aku yang sejak awal miskin kasih sayang di mana tak ada seorang pun yang peduli. Aku yang diasingkan dan dibuang. Orang-orang yang harusnya menyayangiku, malah membuat hidupku berantakan. Jika kebencian menciptakan batas antara Langit dan Bumi, apakah cinta mampu menepis batas itu dan meluluhkan kerasnya hati Bumi? Cinta itu didapat Bumi dari seorang gadis yang menjadi teman sekelasnya. Namun ternyata, gadis itu adalah gadis yang Langit cintai dan merupakan satu-satunya penyemangat hidup Langit. Hingga akhirnya, sebuah kejadian nahas menimpa dan membuat Langit berada dalam dua pilihan yang sulit. Hidupnya, atau hidup adiknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines