Monolog di Ujung Kaki Langit

Monolog di Ujung Kaki Langit

  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 12, 2023
Di sana, jauh di relung yang menjajaki kaki untuk melangkah, kedalaman batin yang menerbitkan air mata kala mendapatkan kerapuhan, gadis itu memulai kisahnya.Dengan kekurangan fisik yang sering menjadi penghakiman manusia tak berempati di sekitarnya, dengan jejak kaki yang menuntunnya kepada kata ikhlas. Memunculkan satu persatu jawaban dari sekian pertanyaan yang ia ciptakan. Ia belajar menerima dirinya, belajar mensyukuri fisiknya yang nyatanya indah. Pun juga kisahnya yang terpaut dengan jiwa lain, mengundangnya untuk belajar semakin dalam perkara ikhlas, bahwa pengharapannya pada jiwa itu adalah salah. Belum waktunya, dan bukan jalur nya. Kisah nya tentang mencintai dirinya, tentang melepas demi Rida yang kuasa, tentang keras nya karang yang membatu dalam kisahnya, yang sedari kecil jauh dari kasih seorang ibu, perkara takdir yang membutuhkan ikhlas. Perkara mimpi dan masa depannya nya yang mahal. Perkara langkah nya yang terus diseret seorang diri. Dan perkara ikhlas yang selalu menjadi jawaban untuk ujung pertanyaannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#24
orang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SMARA DIKTA
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • LUKKA (MYG)
  • LUKA DI BALIK SENYUM
  • WANITA GARIS LURUS (Persembahan Untuk Cinta)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Teperangkap Dalam Kebiasaan
  • Di Antara Tawa dan Tragedi

.・゜-: ✧ :- Happy Reading -: ✧ :-゜・. Malam itu, di sudut kamar yang sunyi, Tata duduk terpaku di atas ranjang. Di pangkuannya tergeletak sebuah album foto tua kusam, berdebu, tapi penuh warna masa lalu. Setiap halaman yang ia buka, mengalirkan kenangan indah masa kecil yang pernah begitu hangat. Ada tawa lepas bersama sahabat-sahabat kecilnya. Ada hari-hari penuh lompatan riang di antara sawah yang hijau, langit yang biru, dan angin yang menyapa penuh cerita. Dunia kecil Tata dulu sederhana, namun begitu berarti. Tapi waktu berjalan, dan segalanya berubah. Kini, di usia remajanya, Tata bertanya : ke mana semua itu pergi? Sebuah kisah perjalanan hati yang mengajak pembaca menyusuri kembali arti bahagia yang sering kali terlupa. Tentang kenangan, kehilangan, dan harapan untuk menemukan kembali diri yang pernah begitu ceria. ◗  ( gambar yang terdapat di dalam cerita bersumber dari pinterest) ◗  ( hanya karangan sederhana dilarang plagiat)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan