Monolog di Ujung Kaki Langit

Monolog di Ujung Kaki Langit

  • WpView
    LECTURAS 16
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 12, 2023
Di sana, jauh di relung yang menjajaki kaki untuk melangkah, kedalaman batin yang menerbitkan air mata kala mendapatkan kerapuhan, gadis itu memulai kisahnya.Dengan kekurangan fisik yang sering menjadi penghakiman manusia tak berempati di sekitarnya, dengan jejak kaki yang menuntunnya kepada kata ikhlas. Memunculkan satu persatu jawaban dari sekian pertanyaan yang ia ciptakan. Ia belajar menerima dirinya, belajar mensyukuri fisiknya yang nyatanya indah. Pun juga kisahnya yang terpaut dengan jiwa lain, mengundangnya untuk belajar semakin dalam perkara ikhlas, bahwa pengharapannya pada jiwa itu adalah salah. Belum waktunya, dan bukan jalur nya. Kisah nya tentang mencintai dirinya, tentang melepas demi Rida yang kuasa, tentang keras nya karang yang membatu dalam kisahnya, yang sedari kecil jauh dari kasih seorang ibu, perkara takdir yang membutuhkan ikhlas. Perkara mimpi dan masa depannya nya yang mahal. Perkara langkah nya yang terus diseret seorang diri. Dan perkara ikhlas yang selalu menjadi jawaban untuk ujung pertanyaannya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • BALADA KEHIDUPAN
  • INGAT JANGAN MENYERAH!!!!
  • LUKA DI BALIK SENYUM
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Refleksi
  • WANITA GARIS LURUS (Persembahan Untuk Cinta)
  • SMARA DIKTA
  • A L G A R I S  (Selesai)

~Teenfiction-Romance-Religi~ Cinta? Apa itu cinta? Bagiku cinta itu bulshit, hanya sekedar omong kosong. Aku bahkan nggak pernah menganggap bahwa cinta itu ada di dunia ini. Kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehan luka. -Aisyah- *** Dua pria, satu wanita. Antara sahabat dan cinta, keduanya sama-sama berarti dalam hidup. Entah memilih maju untuk memperjuangkan perasaan demi cinta atau malah memilih mundur merelakan perasaan demi sahabat. Keduanya memang pilihan yang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai adalah wanita yang phobia tentang segala hal yang berhubungan dengan cinta. "Coba sebutkan satu kata yang mendefinisikan cinta menurut lo". "Bulshit". "Kenapa lo bisa nyimpulin kalau cinta itu bulshit?". "Ya emang kenyataannya gitu kan. Cinta itu cuman omong kosong. Nggak ada yang bisa dipercayai di dalam cinta". "Jadi lo benar-benar gak percaya kalau cinta itu ada?". "Iya, kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehkan luka". "Sekarang mungkin lo nggak percaya kalau cinta itu benar-benar ada, tapi suatu saat nanti lo akan menyesali perkataanmu itu. Tunggu aja Syah, akan kubuat lo benar-benar merasakan cinta dengan cara gue sendiri hingga lo lupa akan rasa sakit di dalamnya". *** Akankah Aisyah benar-benar akan merasakan cinta? Akankah mindset Aisyah akan berubah tentang cinta? Atau malah lebih memilih mementingkan egonya untuk tidak akan pernah merasakan sesuatu bernama cinta? Ikuti kisahnya dan kamu akan mendapatkan jawabannya. Siapin tissue yang banyak karena cerita ini akan mengajarkanmu arti sabar, ikhlas, dan bersyukur, serta mengajarkan arti cinta sesungguhnya. Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata dengan dibumbui sedikit cerita fiksi untuk melengkapi kisah nyata yang kurang lengkap.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido