Story cover for Dari Amerta by rekhair
Dari Amerta
  • WpView
    LECTURAS 143
  • WpVote
    Votos 26
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 143
  • WpVote
    Votos 26
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado jul 05, 2023
Aku dimakan paus akibat mengejar peti kecilku yang jatuh, tapi perut paus ternyata sebuah desa. Ada hewan-hewan laut yang hidup serupa manusia di sana. Mereka bicara, bekerja, tanpa segenang air pun untuk berenang. 

Kukira aku sudah mati dan bermimpi ... sebelum Mama jatuh menyusulku. Padahal lebih baik jika aku mati saja daripada terjebak bersama orang yang paling kubenci di dunia.

---
est. Juli 2023
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Dari Amerta a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#119kekasih
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] de AYA_MNK
28 partes Continúa
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
OMBAK KEHIDUPAN - "Renjana di balik pesisir hati" cover
RAESHA (Revisi) cover
We Used To Be A Family cover
Bersama Cahaya Bintang (✔) cover
Maaf, Aku Terlambat END✅ cover
Waktu Bagian Semesta cover
Feyra  cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
Gumiho! Is My Mate? cover
Menahan Untuk Bertahan cover

OMBAK KEHIDUPAN - "Renjana di balik pesisir hati"

15 partes Concluida

"Laut, aliranmu berhasil membuatku tenang. Ombak yang berisik itu berhasil membuat sunyi isi kepalaku. Lantas mengapa akhirnya aku kau tenggelamkan hingga nafasku tercekat?" ~ Alara Raynelle ⚠️⚠️⚠️⚠️ Cerita ini hanya imajinasi semata, latar tempat dan segala hal di dalamnya hanya karangan semata. Terima kasih:) _SELAMAT MEMBACA_ Jangan Lupa Follow, Vote Dan Komen Yaww💞💞💞 © Cover by Pinterest © Edit by Canva