Berlian
  • WpView
    Bacaan 8
  • WpVote
    Undian 0
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadMatangSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Rab, Jul 5, 2023
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Namaku Berlian, panggil saja Lian. Benar, judul buku ini memakai namaku. Anggap saja cerita ini adalah milikku, tapi jangan salahkan aku jika nanti kau jatuh cinta dengan semua tokoh yang ada di dalamnya. Cerita ini sederhana, kau bisa memilih alur yang ingin kau inginkan dengan semaumu, persahabatan atau kisah cinta? Atau justru kisah hidup yang menyedihkan? Apa saja yang terlintas di kepalamu itulah ceritaku, jadi selamat membaca dan berkelana ya. Note: bagian dalam cerita ini akan berlanjut sampai kisah ini selesai. Kuharap kalian setia menunggu aku menyelesaikan tulisanku, mungkin akan kuuploud dalam seminggu sekali? Tak apa-apa kan?
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Glitch
  • Menggenggam Ranting Patah
  • DIARY DAN DARA (√)
  • Jejak Suara tak Terlacak
  • MY PETERPAN ALEN
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Middlemost | ENHYPEN ✔
  • Aksara Bercerita
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
Glitch

Glitch (completed) ------------------------------------------------------- "Neo lagi apa, Yah? Aku mau bicara, dong." "Siapa?" "Neo. Udah bangun belum dia?" "Neo siapa, Lin?" Aku bersumpah jantungku berhenti berdetak selama beberapa detik. "Maksud Ayah apa?" "Lah? Itu kamu tadi nanyain siapa? Mau bicara sama Bi Dedeh?" "Yah ... jangan bercanda." Bahkan sambil mengatakannya, aku tahu Ayah tidak sedang bercanda. Aku tahu ada sesuatu yang salah. "Ngomong apa, sih, kamu? Lin, udah dulu, ya. Ayah hampir telat berangkat kerja." "Tunggu! Tolong jangan bikin aku tambah pusing, Yah. Aku mau bicara sama adikku!" Hening selama beberapa detik. "Sepertinya kepalamu benar-benar keras terbentur." "Maksudnya?" tanyaku di tengah degup jantung yang tak karuan. "Alin, kamu gak punya adik. Kamu itu anak semata wayang." *** Dalam sebuah perjalanan kereta, Alin, seorang gadis remaja berusia tujuh belas, terbangun dari tidurnya. Saat itu, ia menyadari beberapa hal terasa sedikit berbeda dari sebelum ia jatuh tertidur. Termasuk, bayangannya sendiri di cermin. Mengapa ia mengenakan pakaian lusuh dan ketinggalan jaman? Mengapa sahabat terdekatnya tidak mengenalinya? Dan yang paling penting, ke mana perginya Neo, adik kesayangan Alin yang tiba-tiba raib seolah ditelan bumi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alin? Atau... pada dunia ini?

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi