Just Two of Us

Just Two of Us

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 18, 2024
Aerin adalah seorang penulis novel yang menjalani kehidupannya hanya berkutat di depan sebuah laptop dan secangkir teh yang menemani setiap harinya. Hal itu kadang membuat ibunya merasa khawatir, mengingat umur anaknya bisa di bilang sudah cukup umur untuk menikah. Sedangkan Aerin sendiri tak memusingkan hal itu, dia lebih memfokuskan diri agar bisa menghasilkan karya novel yang lebih bagus lagi dari karya-karya sebelumnya. Namun, tiba-tiba ada seorang pria asing yang terpaut 2 tahun lebih tua dari Aerin datang ke kediamannya untuk meminta izin melamar Aerin. Ibu Aerin yang saat itu memang ingin segera melihat anaknya menikah lantas menyetujuinya. Aerin hanya bisa berpasrah diri mengikuti keinginan ibunya walaupun dia sudah sempat menolak berkali-kali. Meskipun begitu, masih banyak kejanggalan yang menghantui pikiran Aerin, tidak mungkin seorang pria asing tiba-tiba melamarnya apalagi keduanya sama sekali belum pernah bertemu. Entah alasan dan rahasia apa yang pria itu sembunyikan, Aerin harus mencari tahunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • TOUCHED (End)
  • Summer & Spring [ON GOING]
  • Pria Misterius (Tamat)
  • Boyfriend From Isekai [REVISI]
  • Arcane [New Version]
  • HAKAROANNE [selesai]
  • May I Love You?
  • Menikahi Wajah yang Tak Pernah Kulihat
  • Langkah Dalam Kebetulan

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines