Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
3 & 4; Kertas Usang Pengantar Balas Dendam.

3 & 4; Kertas Usang Pengantar Balas Dendam.

  • WpView
    GELESEN 92
  • WpVote
    Stimmen 15
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Juli 29, 2023
WpInfo
Belletristik
Action und Thriller
. . . ㅤㅤㅤㅤTentang 3 pemuda yang berusaha menyelesaikan masalah keluarga nya masing-masing. Pergi kepegunungan untuk istirahat dari masalah yang menyayat hati mereka sendiri. Jauh dalam lubuk hati minta keadilan pada Sang Maha Kuasa. Namun, mereka tak menyadari kalau Tuhan itu maha adil atas apa yang terjadi di alam semesta. Jungwon: "GYUVINJING! UDAH OMONGANNYA JELEK, GA PUNYA ADAB PULA!" WonBin: "Puih! BUNDAAAAA LIAT GYUVIN LUDAHIN ADEEKKK" Gyuvin: "KALIAN INI GA BOSEN KAHH NYALAHIN GUA MULU! GUA AJA PUSING!"
Alle Rechte vorbehalten
#79
zerobaseone
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Save Me Kill Me [✓]
  • ayah? ; binhao
  • HIPNOTIS - HEEJAY
  • StepBrother || Gyuvin x YuJin [END]
  • 2. How to share?
  • baby face as 'yang jungwon' (END)
  • Pull Through - Jiwoong ✅
  • 𝑃𝐸𝑅𝐹𝐸𝐶𝑇 𝐻𝑈𝑆𝐵𝐴𝑁𝐷 𝑆2 ✦✧ 𝑌𝐴𝑁𝐺 𝐽𝑈𝑁𝐺𝑊𝑂𝑁

Sejak dulu, ia selalu menjadi bayangan di antara mereka yang bersinar. Di sekolah, namanya hanya disebut saat mereka ingin menertawakan seseorang. Ia dihina bukan karena kesalahannya, tetapi karena dirinya yang berbeda. Ia tak memiliki kemewahan, tak punya pesona yang diidolakan, tak cukup kuat untuk melawan. Ia hanyalah anak lelaki yang sendirian, dikelilingi oleh tembok kebencian yang semakin hari semakin tinggi. Setiap ejekan yang terlontar bagai belati yang menancap di jiwanya. "Aneh," "gagal," "tak seharusnya ada." Kata-kata itu bergaung, berputar dalam pikirannya, mengakar lebih dalam daripada yang seharusnya. Setiap langkah di koridor sekolah terasa lebih berat, setiap tatapan penuh penghinaan semakin menyempitkan dunianya. Hingga akhirnya, dunia terasa begitu sempit, hingga hanya ada satu jalan keluar.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien