Potret Cinta

Potret Cinta

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 4, 2023
Di saat Aruna berpikir kalau Dito adalah dunianya yang tidak akan pernah mengkhianatinya bahkan meninggalkannya. Ternyata pikiran Aruna salah, Dito mengkhianatinya dengan berselingkuh dengan sahabat baik Aruna sendiri, Dania. Aruna meratapi nasib malangnya. Tak ada lagi seorang yang bisa ia percayai. Ibunya selalu membela adiknya, Alika. Bahkan selalu membandingkan dirinya dengan sang adik yang sukses. Kata-kata jahat dan kasar pun kerap kali ibunya lontarkan padanya. Seolah-olah dia ini adalah anak tiri. Adiknya sendiri tak pernah menghormatinya sebagai kakak. Selalu bersikap semena-mena terhadapnya bagaikan upik abu di rumah itu. Aruna merasa sendiri dan kesepian. Karena itu juga Aruna tak percaya lagi akan cinta. Bulshit! Semuanya bohong. Dia tak pernah merasakan cinta bahkan dari keluarganya sendiri. Cinta dari laki-laki pun, ia tak percaya lagi karena telah dikhianati. Sampai di suatu hari, ia dipertemukan dengan seorang pria yang memotret ke arahnya di saat ia tengah menangis di pinggiran danau, Agha. Ia tak menyangka, pertemuan tak sengaja itu justru malah seperti kebetulan, kebetulan yang terus terjadi hingga laki-laki itu terus berada di dekatnya. Akankah Aruna membiarkan Agha untuk masuk ke dalam hidupnya lagi di saat ia tak percaya dengan cinta?
All Rights Reserved
#52
fotografer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name Is Erwinda
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • Unwanted Wedding
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • Terjebak di Rumah Mertua 2 (PREORDER)
  • PAIN (TERBIT) ✔

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines