We Lost To A Stranger

We Lost To A Stranger

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2026
Hubungan Kana dan Vano harus berakhir di tahun kedua. Mereka tak menyangka bahwa akhir dari hubungannya adalah perpisahan. Semua cerita yang telah mereka ukir bersama kini hanya bisa dilihat sebagai kenangan. Keduanya sama-sama terluka dan tak tahu bagaimana cara untuk menyembuhkannya. Melewati hari-hari tanpa Vano merupakan hal yang berat bagi Kana. Ia merasa seolah-olah dunianya hancur begitu saja. Rasanya seperti berjalan di atas duri, namun hanya itu satu-satunya jalan yang harus Kana lewati agar bisa melupakan Vano, mantannya yang sempat menjadi dunianya. Kana bertekad untuk melupakan Vano dan menyembuhkan lukanya sendiri. Walaupun awalnya terasa menyesakkan, namun akhirnya Kana berhasil melewatinya dan membuktikan pada Vano bahwa tanpanya, dunianya baik-baik saja "Aku nggak tahu kalau bertahan sama kamu.. ternyata sesakit ini." -Kanaya Delovi Seperti yang orang lain bilang, Titik mencintai paling tinggi adalah merelakan. Namun, bagaimana kalau ternyata titik tertinggi dari mencintai adalah... memaafkan?
All Rights Reserved
#265
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEVANYA || Stepbrother
  • Farellio's [SELESAI]
  • KANAYA
  • School of Broken Minds
  • KANASKHARA
  • Cinta Pertamaku, Mantan Sahabatku [TAMAT]
  • A Twist Of Fate
  • Kanaya & Devano [END]
  • HALOALKANA
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]

"Lihat, siapa yang jalang? Lo atau nyokap gue?" tanya Jevan dengan tatapan mengejek, hal itu membuat Vanya berdecih dan tersenyum miring. "Gak ada yang lebih nikmat dari penghianatan bukan? Ayo bikin lo dan gue berkhianat sama orang tua kita masing-masing." |~~| Mati rasa. Itulah yang Jevan simpulkan untuk kondisi saudara tirinya saat ini. Vanya terlihat baik baik saja dari luar, namun Jevan tahu bahwa Vanya begitu kesakitan di dalam. Masalalu yang begitu kelam membuat Vanya kesulitan untuk menyadari bahwa masih ada orang yang perduli padanya. Namun, dirinya selalu menyangkal semua itu. Ia beranggapan bahwa tidak ada lagi yang perlu ia percayai di dunia ini. Pukulan demi pukulan, perkataan menyakitkan, dan tingkah licik sang Papah membuat Vanya menyimpan dendam yang besar. Dendam yang tidak boleh dilakukan oleh seorang anak pada orang tuanya sendiri. Namun, itulah Vanya, ia benar benar mati rasa hingga menganggap ia hidup sendirian di dunia ini. INFO : (UPDATE 2 MINGGU 1 KALI) Start : 11 Juni 2024 Finis : --

More details
WpActionLinkContent Guidelines