We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Puisi
  • WpView
    Reads 1,060
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 31, 2015
WpInfo
Poetry
Siapa sebenarnya diri Akrab dengan imaji Dalam nyata aku asing Gejolak apakah ini Kupikir langkahku tepat pasti Nurani beku pucat pasi Ah! Indera mengendus bongkahan memori gulita ruang tanpa tepi Oh! Aku adalah makhluk yang tumbang diabad lalu Menyusur celah dengan sendi Membabi buta hancurkan mati Ya! Aku simbol jalang Oleh munafik naluri Menipu ilusi Ragu adalah aku Masih bertahan dalam sayatan duri disepanjang kaki Akrab pada imaji Mati dalam naluri
All Rights Reserved
#206
faith
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  •  Dark Secret (Re-upload)
  • • EUTANASIA •
  • HOW : Husband Or Wife (PhaMi)
  • Saudara Tiri || Ending ✅
  • BRIGAR
  • JIWA
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • save me
  • Mencoba untuk berubah 🐾

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines