Komplek Absurd! ( Slow Up! )

Komplek Absurd! ( Slow Up! )

  • WpView
    Reads 1,886
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2026
Punya temen nongkrong tapi rumahnya jauh-jauhan? Nyatanya punya temen nongkrong sekomplek juga nggak kalah kok sama yang rumahnya jauh-jauhan! Nggak kalah ribut dan berisik maksudnya. Book ini menceritakan tentang keseharian sekumpulan remaja yang tinggal sekomplek, kisah cinta mereka yang bikin pusing, plus suka nongkrong nongkrong bareng tiap harinya. Mau tahu kelanjutannya gimana? Yuk baca! Jangan lupa masukin ke perpustakaan yaa! start: 140624 end:- my insta: @loveto.thepeace & @sxt.newpnana
All Rights Reserved
#36
enhive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA HAMPA
  • Sugar Home「TERBIT」
  • HEY BROTHER!  [ ENHYPEN ]
  • Memories of lost || 02z✓
  • Guy Next Door [Sunoo] | Completed ✓
  • Terserah Hildan. [END]
  • ✓Alter Ego || Sunsun [End]
  • You're The Only One; Wonjay✓

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke "rumah" miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. "Rumah" miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan "rumah" yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. "Rumah" yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines