Upeksha

Upeksha

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 15, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bermakna ketenangan Beberapa ajaran, khususnya Budha mengajarkan bahwa manusia, dalam hidupnya tidaklah statis. Terkadang kita akan dibawa pada situasi yang tidak terduga, tidak diinginkan, ataupun situasi yang terlalu membahagiakan. Disinilah kata-kata Sansekerta yang bermakna, yaitu Upeksha digunakan, biarkan dirimu berada di 'tengah' maksudnya ialah, untuk menemukan ketenangan. Bayangkan seluruh emosi yang bercampur aduk tersebut adalah awan dimana ketenangan batinmu adalah langitnya. Kita harus memupuk kesadaran, kesadaran kita akan emosi-emosi fana tersebut yang membuat kita kurang peka dengan kekuatan ketenangan batin yang dimiliki
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENDEKAP RINDU
  • Blurred Lines
  • Why Me? || Zhong Chenle
  • Track 01: Sebuah Lagu dari Masa Lalu [PREVIEW]
  • Abu Abu [ completed ]
  • SEMESTAKU YANG HILANG
  • Effort 2 [ Completed ]
  • BITCH
  • Argasha [ON GOING]

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines