THE MIND'S ENDGAME
"Setiap langkah adalah jebakan. Setiap detik yang hilang adalah skakmat yang sunyi."
Bagi Lovisa Althea Wijaya, hidup adalah konstanta matematika yang harus selalu bisa dikontrol. Sebagai siswi genius yang dingin, ia mengunci rapat seluruh trauma domestiknya di balik barisan rumus astrofisika yang presisi.
Sampai suatu hari, sistem logis di kepalanya mengalami glitch.
Lovisa mulai kehilangan waktu. Ia kerap kali terbangun di tempat asing tanpa memori. Hidupnya terasa seperti pita yang dipotong di bagian tengahnya. Yang lebih mengerikan, ia mendapati lembar jawaban ujiannya telah terisi penuh oleh tulisan tangan asing dengan kalkulasi yang jauh lebih mengerikan, genius, tajam, dan tak berbelas kasih.
Seseorang... atau sesuatu... sedang mencuri tubuhnya.
Di tengah kekacauan itu, William Alastair Nathaniel Grey, laki-laki misterius dari barisan bangku belakang, menjadi satu-satunya yang menyadari anomali tersebut. Dengan ketelitian dan ketenangan yang menghanyutkan, William melacak setiap detik blackout Lovisa. Ia bertekad untuk memetakan rahasia yang tersembunyi di balik matanya dan menawarkan jaminan ruang aman yang terlalu sempurna.
Namun, ketika sesosok manipulator nihilistik melangkah masuk ke papan catur, ia memanfaatkan celah psikologis Lovisa untuk menenggelamkan kesadarannya selamanya. Papan catur pun berubah menjadi arena pertempuran yang berdarah-darah.
Di tengah ruang kepala yang makin berisik dan ingatan yang saling mengkhianati, Lovisa harus bertaruh:
Bisakah ia percaya pada William saat ia tak lagi mempercayai pikirannya sendiri? Lovisa tidak pernah tahu, siapa yang sebenarnya sedang memegang kendali atas dirinya sendiri.
"Papan catur ini terlalu sempit untuk banyak variabel."
♟️ DARK ACADEMIA | PSYCHOLOGICAL THRILLER | SCI-FI CONSPIRACY
⚠️My Original Story
⚠️Plagiarism is strictly disallowed!
⚠️17+
Cover: Pinterest + Canva
Alle rechten voorbehouden