Berangan Tuk Mencinta

Berangan Tuk Mencinta

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 7, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Wajah indah memandang diri mula cinta bersemi memikat hati yang menjadi-jadi penuh rasa dan cinta yang abadi... Buaian indah senyuman manisnya tak henti diciptanya seakan tau ada rasa yang dibuatnya membuat ku terpikat olehnya.. Tak henti dicintai ingin hati memiliki berjumpa tuk pertama kali ciptakan rasa yang dinanti awal dari berkomunikasi... Saling Tanya menyapa sungguh bingung rasanya berkata hati apakah ini nyata adanya seakan hanya khalayan saja... Berbagi informasi tentang diri saling kenal sampai kini bertanya tentang hati siapa yang dimiliki meski ini hanya ilusi... Berangan tuk memiliki tapi tau siapa diri tak berani ungkapkan pesan dari hati bertanya siapa yang dimiliki... Bertemu kembali tuk kedua kali mencoba tuk mendekati dengan penuh percaya diri ungkapkan pesan dari hati yang dinanti... Disampaikan padanya tak tau apa yang dirasanya membuat diri jadi resah dan bersalah berpikir ciptakan yang masalah... Sejenak diam diri tuk menjawab diri yang pribadi sampai kini Hati belum memberi karna sudah dimiliki... Menjawab pesan dihati bahwa sudah dimiliki tetap berangan tuk mencintai walaupun diri sudah tak menerima kembali... Tetap berharap sampai kini walau mengerti sudah dimiliki tapi tetap ingin dimiliki sendiri dengan cinta yang abadi... By: Ali Rahman 11/03/2023
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Stop It, Darka! [END]
  • From The Eyes
  • 𝐅𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝 : 𝐒𝐮𝐧𝐚 𝐑𝐢𝐧𝐭𝐚𝐫𝐨𝐮 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • what if, suna rintarou.
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • White Rose Blooms|| Kimetsu no yaiba x Reader

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines