Kleynara

Kleynara

  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 8, 2023
"Lo tau apa tentang gue? bokap nyokap gue aja ga tau gua gimana.siapa lo berhak bilang gua cewe ga bener?" ucap Nara dengan wajah kesalnya dengan lirikan matanya yang tajam kepada pria yang baru saja di labraknya. "Untuk saat ini gue ga tau banyak tentang lo Nara tapi satu hal yang harus lo tahu" dengan sengaja darren menggantung kalimatnya dan melangkah mendekat kearah Nara "someday you gonna be my wife Nara" bisiknya dan berlalu meninggalkan nara dengan smirknya. "Darren sialan"teriak Nara tanpa memperdulikan orang-orang yang sedang kegirangan melihat keributan antara Darren dan Nara di kelas. Mau tau kelanjutan cerita Darren dan Nara silahkan mampir ya:)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#596
jutek
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • AIRen
  • DREGAS: MY TOXIC BOYFRIEND
  • Farel Dan Bella
  • GalNara
  • Roommate With Benefits
  • FARDAN MARGANTARA | BADBOY
  • Dikala itu, Aku Tak Mengerti
  • Whispers at Midnight
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan