On The Love-Line

On The Love-Line

  • WpView
    LETTURE 255,005
  • WpVote
    Voti 4,175
  • WpPart
    Parti 40
WpMetadataReadCompleta ven, gen 11, 2013
Selalu dia. Entah kenapa selalu wajah dia yang muncul di otakku ini. Walaupun track recordnya sebagai musuh udah aku hapuskan semenjak dia minta maaf. Dia-lah yang terpenting. Hal yang nggak boleh hilang di hidupku, bahkan ketika aku mencintai lagi orang yang pernah menyakitiku, tapi dia... sahabatku... keluargaku... orang yang ku cintai dalam diam... tetap nggak boleh pergi dari sisiku. Aku membutuhkan dia lebih dari sekedar aku butuh udara untuk bernapas. Oke... ini terlalu melankolis. Tapi apa yang aku rasakan ini sama sekali bukan karangan semata. Dia pergi gitu aja disaat identitas dan kewajiban menantinya untuk kembali. Dan dia juga berjanji akan kembali. Apa aku harus menunggu dia atau move on dari sekarang?
Tutti i diritti riservati
#14
davi
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Bisikan di Balik Rintik
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Chain Desire
  • ''' REGRET AND HOPE ''' [ SELESAI, END]  Fajri Un1ty And Member Un1ty
  • The Chance
  • "You Don't Know Love" ( END)
  • Renjana
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Friend's Zone's
  • Dia Datang,., [END]
  • Never Change [Complete]
  • Together ✓[COMPLETED]
  • BITTERSWEET (book 1)
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Strong Girl Michella (END)
  • Aku Kamu Dan Dia
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU

Aku tidak pernah meminta untuk bertemu kamu. Tidak pernah berharap juga untuk jatuh. Tapi kamu datang. Dengan cara yang sederhana. Dengan suara yang biasa-biasa saja. Tapi entah kenapa... kamu membuat segalanya berbeda. Aku pernah mencoba menjauh. Berkali-kali. Tapi kenyataan pahitnya adalah-rasa tidak bisa disuruh pergi hanya karena ingin. Mereka bilang aku bodoh, mencintai seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar melihat ke arahku. Tapi mereka tak tahu rasanya, menunggu seseorang yang tidak tahu bahwa kamu menunggunya. Dan kalau kamu tanya apa aku menyesal? Tidak. Karena meskipun luka ini perih, ada satu hal yang tetap membuatku bertahan... Indahnya kamu pernah ada.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti