On The Love-Line

On The Love-Line

  • WpView
    Reads 255,007
  • WpVote
    Votes 4,175
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 11, 2013
Selalu dia. Entah kenapa selalu wajah dia yang muncul di otakku ini. Walaupun track recordnya sebagai musuh udah aku hapuskan semenjak dia minta maaf. Dia-lah yang terpenting. Hal yang nggak boleh hilang di hidupku, bahkan ketika aku mencintai lagi orang yang pernah menyakitiku, tapi dia... sahabatku... keluargaku... orang yang ku cintai dalam diam... tetap nggak boleh pergi dari sisiku. Aku membutuhkan dia lebih dari sekedar aku butuh udara untuk bernapas. Oke... ini terlalu melankolis. Tapi apa yang aku rasakan ini sama sekali bukan karangan semata. Dia pergi gitu aja disaat identitas dan kewajiban menantinya untuk kembali. Dan dia juga berjanji akan kembali. Apa aku harus menunggu dia atau move on dari sekarang?
All Rights Reserved
#46
davi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Chance
  • Renjana
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Friend's Zone's
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Dia Datang,., [END]
  • ''' REGRET AND HOPE ''' [ SELESAI, END]  Fajri Un1ty And Member Un1ty
  • "You Don't Know Love" ( END)
  • BITTERSWEET (book 1)

Tatapan sendu itu mengarah padaku, ia juga menggenggam tanganku seerat mungkin. "Beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku dimasa lalu.." Aku menelan ludahku susah payah ketika kata-kata itu meluncur dengan mudahnya dibibirnya. Aku tidak menjawabnya, pikiranku masih kalut. Apa ini benar dirinya ? Maksudku.. Aku belum pernah melihat dirinya yang memohon padaku seperti ini dan ingatan masa lalu mengenainya dirinya pun melaju begitu saja. Aku masih ingat betul sifatnya yang sangat egois, galak dan juga sombong. Dan sekarang, lihatlah.. Dia berubah 100%.. Dari penampilannya aku bisa menebak kalau dia berprofesi sebagai polisi, mengikuti jalan Ayahnya dulu.. Ku akui ia memang sangat berbakat. Namun, ingatan mengenainya tidak pernah hilang dipikiranku.. Dia masih sama.. Dia adalah pemilik hatiku sejak dulu sampai sekarang, tapi.. Masalah kesempatan.. Aku harus memikirkannya dengan baik, bukan ? Walaupun begitu, ia juga pernah menyakitiku.. ---- Cerita kedua.. Jadwal update bisa cek profil..

More details
WpActionLinkContent Guidelines