Quick imagination

Quick imagination

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 26, 2023
WpInfo
Fiction
Historical
Cristhibella Geandra--sosok gadis yang berbuat seenaknya, apapun yang ia mau, ada atau tidak ada, yaa pokoknya harus ada. Kelakuan Geandra yang seperti itu, tentu saja membuat Daddy nya-- Cristoffan Zenola pusing tujuh keliling, terlebih Zeno adalah single parents. Sampai tiba, rasa muak dan lelah akan sikap Geandra menimbulkan pertengkaran besar antara mereka. Geandra tak pernah tau, jika setelah itu, kisah sebenarnya baru dimulai. Perjalanan panjang yang menghantarkan Geandra pada penyesalan yang tak berkesudahan. Sejarah telah memaksanya, menyaksikan Revolusi, merasakan betapa kejam dan tiada perasaannya Belanda pada Nusantara, tepat di depan mata. "Time travel gue gak aesthetic banget aslii, masa iya harus di jaman belanda? Ck, Daddy.. jemput Gea"
All Rights Reserved
#378
perjalananwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DWIKARA : Tak terhentikan seperti Waktu
  • Rania van Batavia [✔️]
  • Mutiara dari Timur  {Revisi}
  • The Secret Destiny
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Sejenak Selamanya:Jejak Yang Tak Pernah Pergi
  • Jejak Waktu yang Terlupa
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)

genre:-Fantasi -Drama -petualangan -Fiksi ilmiah -time travel sinopsis: Kala, seorang pemuda dengan masa lalu kelam, hidup dalam bayang-bayang penyesalan dan rasa kehilangan. Suatu hari, saat terbaring koma di rumah sakit, ia bertemu dengan Oren, seekor kucing oranye misterius yang mengaku bisa membawanya kembali ke masa lalu. Tanpa berpikir panjang, Kala menerima tawaran itu, berharap bisa memperbaiki hidupnya dan menyelamatkan orang-orang yang ia sayangi. Namun, perjalanan waktu ternyata tidak sesederhana yang dibayangkannya. Setiap perubahan yang Kala buat membawa konsekuensi yang tak terduga, mengguncang masa kini yang selama ini ia kenal. Kala harus berhadapan dengan kenyataan bahwa waktu tidak bisa dikendalikan sesuka hati, dan menerima bahwa tidak semua luka bisa disembuhkan. Di tengah perjuangan menghadapi takdir dan masa lalu yang tak terhindarkan, Kala belajar tentang arti memaafkan diri sendiri dan merelakan apa yang sudah terjadi. Akankah ia mampu menemukan kedamaian yang selama ini ia cari?

More details
WpActionLinkContent Guidelines