Story cover for Yang Tersisa by ayhzuee
Yang Tersisa
  • WpView
    LECTURAS 42
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 42
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado jul 09, 2023
Sekolah, rumah sakit, mall, seluruh kota hancur begitu saja karna sebuah kejadian yang tidak masuk akal.

"AKU GA BISA PUKUL MEREKA! MEREKA TEMAN KELAS KU," teriak siswa yang memegang pemukul kasti.

Pukulan keras mendarat tepat di kepala siswa.

"LIAT MEREKA, BEGO! TAMPAKNYA AJA UDAH GEMBEL!" balas teriak siswi dengan rambut diikat, dia juga turut membantu.

"santai, dong. nek lampir," ketusnya sambil mengelus-elus kepalanya yang terkena pukulan.

Mereka sebenarnya bertiga. Satu orangnya lagi? yap, seorang siswa yang tidak banyak ngomong. Hanya menghela napas panjang melihat teman-temannya yang masih sempat bertengkar

Menceritakan perjalanan pulang Ray dari sekolah. Tidak mudah untuk pulang yang harus melewati mayat bisa berjalan. Zombie? Ntah lah.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Yang Tersisa a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#827horror
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
How to Survive de LNVerenne
45 partes Concluida
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
FROM SCHOOL TO CITY (END) cover
Can We Survive? cover
THE ZOMBIE  cover
How to Survive cover
No Time To Die cover
THE DEATH TARGET cover
ALL OF US ARE DEAD cover
School scandal 1: Virus-J  cover

FROM SCHOOL TO CITY (END)

42 partes Concluida

CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA! Bagaimana bisa sebuah virus yang diciptakan oleh seseorang yang genius mampu menghancurkan masa depan sekolah hingga ke kota. Bahkan sang pencipta virus juga terinfeksi. Bagaimana cara mereka untuk menghentikannya virus itu ? Berhasilkah mereka menyelamatkan sekolah dan kota mereka, atau mereka hanya menyelamatkan diri mereka? Ya, karena nyawa lebih penting ya kan🤭