Walk to 17th [TERBIT]

Walk to 17th [TERBIT]

  • WpView
    Reads 305,175
  • WpVote
    Votes 22,726
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya Dara Atmadja, murid baru yang menjadi topik obrolan teratas setelah wajahnya menghiasi sampul majalah. Pemenang kompetisi piano internasional yang tampak sempurna itu citranya runtuh di depan Giory Nalendra, kapten sepak bola kesayangan warga sekolah yang lagi - lagi melihat Dara Atmadja menangis di Lapangan Macan. "Permisi, dengan Dara Atmadja yang minggu lalu nangis di Lapangan Macan?" Lambat laun, Giory yang orang kagumi akibat kepiawaiannya di Lapang mulai menuai simpati dari Dara yang melihatnya dari sudut pandang berbeda. "Coba ulangin setelah gue, 'he can do it, he will be alright, so are we' itu buat nentuin boundaries dalam kepala lo. Supaya ketika hasilnya ga sesuai sama yang lo mau, lo tetep yakin kalau lo bakal baik - baik aja." Banyak hal yang berkecamuk di benak mereka ketika mimpi yang mereka damba dihantam oleh realita, perlahan, keduanya mulai mempertanyakan dimana tempat mereka, di dunia yang dibicarakan oleh orang dewasa. Buku bisa dipesan di E-Commerce Cloudbooks Publishing © 2023, 9th July, A Brief Inquiry to Self-Discovery by Tiara Ridhati. All Rights Reserved.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Lintasan Pluto
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • ATMOSFER [END]
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • Limerence
  • I'm a Girl, Bos!
  • MY TEACHER IS MY HUSBAND ( COMPLETE )

Sebuah lintasan sunyi. Sebuah perjalanan menjauh untuk akhirnya mengerti arah pulang. Dara Puspita hidup di luar sorotan. Jauh dari pusat perhatian. Seperti Pluto, ia sunyi, terasing, dan sering disalahpahami. Namun, di balik kesunyian itu, ia memiliki lintasan sendiri-dan tanpa diduga, lintasannya mulai bertabrakan dengan orang-orang yang tak ia rencanakan. Dari SMA yang penuh aturan, kuliah yang membuka dunia baru, hingga dewasa yang mempertemukan Dara dengan dirinya sendiri-proses ini tak mudah. Banyak yang datang, tanpa permintaan, tanpa perhitungan. Dan Dara belajar, sedikit demi sedikit, dari mereka yang membawanya melihat dunia dengan cara yang tak pernah ia bayangkan. Mereka datang dengan cara mereka-beberapa terang, beberapa redup. Tapi setiap jejak yang ditinggalkan, tak ada yang sia-sia. Ada yang mengajaknya untuk melihat, ada yang mengajaknya untuk merasa, dan ada yang mengajaknya untuk kembali pulang-dengan cara yang sunyi. Ini tentang Dara. Tentang perjalanan Dara untuk akhirnya berbicara, mencintai, dan menetap-di dunia yang dulu hanya ia amati dari jauh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines