Perempuan yang (Tak) Sempurna

Perempuan yang (Tak) Sempurna

  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jul 13, 2023
"Nduk, menjadi perempuan itu harus melalui tiga fase. Pertama sebagai putri, kedua sebagai istri, dan ketiga sebagai ibu. Kalau kamu sudah mencapai ketiga fase itu, barulah kamu bisa dikatakan sebagai seorang perempuan yang sempurna." *** Tujuh tahun Savita menikah dengan Dipta, dosen filsafat di kampusnya dulu, dan selama itu pulalah ia harus menerima tudingan dan cemoohan mertua soal dirinya yang mandul. Satu-satunya yang menawarkan kenyamanan bagi wanita itu kini hanyalah perpustakaan Mahesa. Sejenak, Savita bisa menenangkan diri kala bekerja menjaga perpustakaan adik tingkatnya itu. Namun, suatu malam, masalah yang mengimpit dan kenyamanan yang Mahesa tawarkan membuat keduanya menghabiskan malam di tempat tidur. Dua bulan kemudian pun, Savita dinyatakan hamil. Mahesa terus menanyakan apakah anak yang wanita itu kandung adalah anaknya, sementara di satu sisi Dipta menyambut bahagia berita kehamilan sang istri. Apa yang harus Savita lakukan? Haruskah ia jujur jika bayi yang dikandungnya merupakan anak Mahesa? Ataukah selamanya ia simpan saja rahasia itu rapat-rapat demi kebahagiaan rumah tangganya dan Dipta? (Cerita lengkapnya sudah terbit di aplikasi Cabaca)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Anak Kembar sang Presdir [END]
  • Kesana Kemari Tahunya Kamu (END)
  • Berbagi Suami || Terbit dengan Edisi Terbaru
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Hello Belinda
  • Perfect Duda [Season 2]
  • She's my wife❕
  • Z̶e̶l̶ian 3: Definisi Sempurna

DEWASA AREA✅ 𝘋𝘪𝘵𝘢 𝘒𝘶𝘮𝘢𝘭𝘢 𝘞𝘰𝘯𝘨𝘴𝘰 bersumpah-never again menyentuh alkohol. Bukan karena tobat, tapi karena beberapa teguk saat acara perpisahan SMA malah bikin perutnya-kembung. Bukan kembung biasa. Tapi positif hamil. Kembar pula. Yang lebih parah? Ayah dari bayi-bayi itu adalah 𝘑𝘰𝘳𝘥𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘩𝘢𝘳𝘥𝘪𝘬𝘢-musuh bebuyutannya sejak SD. Lelaki yang pernah ia benci sampai bilang, "𝙆𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙪𝙖 𝙥𝙞𝙡𝙞𝙝𝙖𝙣: 𝙅𝙤𝙧𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙪𝙩𝙖𝙣? 𝙂𝙪𝙚 𝙥𝙞𝙡𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙪𝙠 𝙜𝙤𝙧𝙞𝙡𝙖." Sekarang? Dita harus berurusan dengan dua garis merah, dua janin, dan satu lelaki yang paling ingin ia enyahkan dari hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines