Perempuan yang (Tak) Sempurna

Perempuan yang (Tak) Sempurna

  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jul 13, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Nduk, menjadi perempuan itu harus melalui tiga fase. Pertama sebagai putri, kedua sebagai istri, dan ketiga sebagai ibu. Kalau kamu sudah mencapai ketiga fase itu, barulah kamu bisa dikatakan sebagai seorang perempuan yang sempurna." *** Tujuh tahun Savita menikah dengan Dipta, dosen filsafat di kampusnya dulu, dan selama itu pulalah ia harus menerima tudingan dan cemoohan mertua soal dirinya yang mandul. Satu-satunya yang menawarkan kenyamanan bagi wanita itu kini hanyalah perpustakaan Mahesa. Sejenak, Savita bisa menenangkan diri kala bekerja menjaga perpustakaan adik tingkatnya itu. Namun, suatu malam, masalah yang mengimpit dan kenyamanan yang Mahesa tawarkan membuat keduanya menghabiskan malam di tempat tidur. Dua bulan kemudian pun, Savita dinyatakan hamil. Mahesa terus menanyakan apakah anak yang wanita itu kandung adalah anaknya, sementara di satu sisi Dipta menyambut bahagia berita kehamilan sang istri. Apa yang harus Savita lakukan? Haruskah ia jujur jika bayi yang dikandungnya merupakan anak Mahesa? Ataukah selamanya ia simpan saja rahasia itu rapat-rapat demi kebahagiaan rumah tangganya dan Dipta? (Cerita lengkapnya sudah terbit di aplikasi Cabaca)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Z̶e̶l̶ian 3: Definisi Sempurna
  • Dear, Mr. A
  • She's my wife❕
  • My Dear Husband (COMPLETED)
  • Bayi Dosenku 2
  • SASHI
  • Behind Our Eyes
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Perfect Duda [Season 2]

"Bagi saya, kamu itu definisi sempurna." ***** Itulah yang dulu Damian Arka Narendra--seorang dokter bedah digestif berusia 35 tahun--sering katakan kepada mendiang istrinya. Kata-kata itu tidak pernah menjadi omong kosong belaka karena di mata Damian, Zelina Oliv Elmira memanglah sebuah bentuk kesempurnaan yang Tuhan ciptakan untuknya. Kesempurnaan yang melengkapi dunia dan akhiratnya. Namun sayang, takdir belum berpihak kepada mereka. Hari yang seharusnya menjadi hari bahagia karena kelahiran ketiga buah hati, justru berubah menjadi hari paling menyakitkan dan penuh duka. Damian ... harus mengucap selamat tinggal pada keluarga kecilnya akibat musibah yang menerpa. Separuh jiwanya direnggut paksa begitu saja. Hampir setahun berlalu semenjak kepergian orang-orang yang ia cintai. Banyak sekali perubahan yang terjadi pada lelaki dengan hati yang patah itu. Lelaki yang dulu dikenal memiliki kepribadian hangat, sekarang ... hampir tidak bisa tersentuh sama sekali. Hal itu membuat keluarganya khawatir bukan main. Mereka pikir, Damian seperti ini karena terlalu fokus pada rasa dukanya. Dan, mereka rasa, Damian perlu wanita baru untuk menyembuhkan luka dan mengisi relung hatinya agar lebih bisa mengikhlaskan kepergian mendiang istri dan anak-anaknya. Agar pria itu bisa kembali seperti semula. Lantas, apa yang harus Damian lakukan ketika dipaksa untuk membuka hati lagi? Mencoba menemukan definisi sempurna yang baru ... atau bertahan dengan definisi sempurna lama yang telah hilang? ***** BUKU KETIGA DARI TRILOGI ZELIAN. SELAMAT MENIKMATI :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines