Perempuan yang (Tak) Sempurna

Perempuan yang (Tak) Sempurna

  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jul 13, 2023
"Nduk, menjadi perempuan itu harus melalui tiga fase. Pertama sebagai putri, kedua sebagai istri, dan ketiga sebagai ibu. Kalau kamu sudah mencapai ketiga fase itu, barulah kamu bisa dikatakan sebagai seorang perempuan yang sempurna." *** Tujuh tahun Savita menikah dengan Dipta, dosen filsafat di kampusnya dulu, dan selama itu pulalah ia harus menerima tudingan dan cemoohan mertua soal dirinya yang mandul. Satu-satunya yang menawarkan kenyamanan bagi wanita itu kini hanyalah perpustakaan Mahesa. Sejenak, Savita bisa menenangkan diri kala bekerja menjaga perpustakaan adik tingkatnya itu. Namun, suatu malam, masalah yang mengimpit dan kenyamanan yang Mahesa tawarkan membuat keduanya menghabiskan malam di tempat tidur. Dua bulan kemudian pun, Savita dinyatakan hamil. Mahesa terus menanyakan apakah anak yang wanita itu kandung adalah anaknya, sementara di satu sisi Dipta menyambut bahagia berita kehamilan sang istri. Apa yang harus Savita lakukan? Haruskah ia jujur jika bayi yang dikandungnya merupakan anak Mahesa? Ataukah selamanya ia simpan saja rahasia itu rapat-rapat demi kebahagiaan rumah tangganya dan Dipta? (Cerita lengkapnya sudah terbit di aplikasi Cabaca)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bangun Cinta Satu Atap
  • The Salem Princess (End✔️)
  • Dear, Mr. A
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Hello Belinda
  • ᴍᴇɴɢᴇᴊᴀʀ ᴄɪɴᴛᴀ, ᴘᴀᴋ ᴅᴏsᴇɴ
  • Anak Kembar sang Presdir [END]
  • My Dear Husband (COMPLETED)

Hai aku Sabila Anindita dan ini suamiku Lianda Sanjaya. Kita adalah pasangan yang baru menikah. Dari banyak cerita yang aku baca, menikah itu rasanya nano-nano, kadang pagi hari ketawa riang, eh sorenya udah nangis bombai. Dan itu kejadian di rumah tanggaku. "Mas, kan aku udah bilang ambil bajunya satu-satu biar ngga berantakan" "Mas, aku kan pesennya mie Gacoan level 2, kenapa ini jadi level 3 sih?" "Sayaaaaang, kamu liat jam tangan mas ngga?" "Sayang, kan mas udah bilang kamu itu ngga gendut loh, tetep cantik" Ada saja hal-hal yang buat teriak setiap hari. Sebagai pasangan muda tanpa pengalaman, kami mencoba hidup mandiri dan membangun cinta di satu atap yang sama. Ayo ikuti kisah kami dalam lika liku rumah tangga "Bangun Cinta Satu Atap". Cerita ini hanya fiksi segala hal terkait isi didalamnya hanya bagian cerita yang dituangkan dalam sebuah karya. Selamat Membaca 💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines