Mengukir Sejenak

Mengukir Sejenak

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 11, 2023
Menceritakan tentang seorang anak perempuan yang sangat disayangi orang tuanya terutama ayahnya. Kenangan yang dia alami tentang kebahagiaannya dimasa kecil, tanpa kekurang apapun baik itu keluarga maupun teman. Namun keadaan berubah setelah dia bertambah usia. Semua orang yang ditemuinya, ternyata hanya Mengukir Kenangan Sejenak didalam hidupnya. "Jika bisa ukiran hilang dengan adanya uang, maka lebih baik banyak uang, dari pada berakhir penyesalan"
All Rights Reserved
#251
fakta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Satu Senja Terlambat
  • Danau yang Menyimpan Kenangan : Perubahan
  • Noda Masa Lalu (TAMAT)
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • Kinara (Completed)
  • LOSER'S HAPPINESS (END)

Prolog: Humaira selalu bersikap baik kepada siapapun. Bahkan, kepada orang yang menyakiti perasaannya. Humaira adalah orang penuh kasih, orang yang selalu tertawa dan menghibur, akan tetapi ... setiap kali ia melindungi orang yang selama ini ia sayangi dengan hati yang tulus. Justru, itu adalah orang yang menyakiti perasaan, lebih menyakitkan dibandingkan orang yang membencinya secara terang-terangan. Ibunya sendiri. Ibunya sendiri orang yang ia sayangi, sekaligus orang yang selalu menorehkan luka. Berbeda dengan Lia, ia hanyalah gadis keras kepala yang orang orang kenal. Ia adalah orang yang paling keras ketika menegakan kebenaran, paling keras ketika berargumen, serta paling mengerti detail kecil seseorang. Lia tidak sama seperti Humaira, Lia adalah gadis yang berani membalas orang yang menyakitinya. Jika ia dikhianati oleh orang yang paling ia percayai, ia tak membalas dengan omongan. Ia membalas dengan menghancurkan kehidupan orang itu, hingga orang itu putus asa. Ia bukanlah pemaaf seperti Humaira. Ia lebih baik menjadi iblis daripada menjadi seseorang yang memakai topeng.

More details
WpActionLinkContent Guidelines