Lelaki Yang Memutuskan Untuk Pergi

Lelaki Yang Memutuskan Untuk Pergi

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 4, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Pramono adalah anak lelaki pertama. Anak yang seharusnya menjadi kebanggaan orang tuanya. Anak yang seharusnya mendapat perlakuan istimewa dari orang tuanya. Anak yang seharusnya... Banyak seharusnya yang memenuhi benak Pramono ketika ayahnya memperlakukannya dengan buruk. Hanya karena tinggi badannya tidak cukup untuk bisa ikut seleksi masuk Akademi Kepolisian atau Militer, Pramono kehilangan hak-haknya sebagai anak lelaki pertama. Semua yang dulu direncanakan ayahnya untuknya, harus dia relakan untuk diberikan kepada Hendri, adiknya yang jauh lebih tinggi 20 centimeter darinya. Luka yang digoreskan ayahnya selama bertahun-tahun membuat Pramono bertanya-tanya, apakah dia sebagai seorang lelaki layak disayangi, dicintai, atau bahkan diharapkan? Atau apakah memang lelaki berbadan pendek tak layak mendapatkan cinta dan harapan? Dengan sedikit keberanian yang tersisa, Pramono melanjutkan hidupnya. Melangkah menuju arah-arah yang tidak seharusnya dilalui anak lelaki pertama mana pun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • FINN ANDJANI
  • Angkasa dan Cerita
  • Don't you miss me?
  • ARSHAKA DAN DUNIANYA || COMPLETE
  • Penakluk Iman & Hati ( END )
  • Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa)

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines