Our Home

Our Home

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 2, 2025
Prama Januar adalah putra bungsu dari delapan bersaudara, di keluarganya seorang anak laki-laki terbiasa melakukan perantauan saat sudah menginjak dewasa, dan tahun ini giliran Prama untuk mencari jati dirinya. Awal mula memang berjalan lancar. Prama menerima beasiswa kuliah di Jakarta dengan mangambil jurusan yang ia minati, dan bekerja paruh waktu di sebuah cafe ternama di ibu kota. Prama percaya diri bahwa hidup yang dia jalani sudah sesuai rencananya, tapi memang bagaimanapun manusia hanya bisa berencana, hasilnya hanya Tuhan yang menentukan. Kejadian tak terduga membawanya untuk terlibat suatu masalah serius sehingga Prama di keluarkan dari kampus. Mari ikuti kisah si bungsu dan segala struggle yang harus di lewatinya. August, 2023
All Rights Reserved
#571
fiksiumum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUKA PUNYA CERITA
  • NERD GIRL [TAMAT]
  • THE ALGEBRA OF SILENCE
  • Stefano Mahardika (END)
  • ABHIPRAYA: Not Me, But It's Me (Sudah Terbit)
  • Biantara | Lee Jeno
  • Finding Daddy (END)
  • Malus [Gadis bertopeng Luka] TAMAT
  • Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓]
  • [1] Keluarga DERREN [ SEGERA TERBIT ]

Tidak semua pengorbanan berujung kebahagiaan. Naylin dan Zirka terjebak dalam lingkaran perasaan yang rumit, membuat mereka mengambil keputusan-keputusan bodoh, yang mereka kira adalah pengorbanan, ternyata cara lain untuk saling menyakiti dan menghancurkan satu sama lain. Di tengah sandiwara dan kebohongan yang terus mereka susun untuk menutupi luka, justru mereka harus kehilangan satu persatu hal paling berharga dalam hidupnya. Lalu, sampai kapan mereka harus terus berpura-pura? Menyaksikan orang-orang yang mereka cintai membuang hatinya untuk orang lain yang tak akan pernah menoleh ke arahnya. Sampai kapan mereka terus menukar kebahagiaannya? Demi semesta yang bahkan tak pernah sudi melihatnya. Sampai kapan mereka menyiksa diri sendiri? Terus menerus menyangkal perasaannya, bertindak seolah manusia bisa mengendalikan takdir. Mereka lupa bahwa Tuhan lebih berkuasa. Dan apakah mereka akan jujur? Atau menunggu semuanya hancur? Atau malah kebohongan itu membuat mereka ... ********** Eeeeiitttt! Jangan mudah tertipu deskripsi nya yaaaa, karena kita ga akan tahu seberapa banyak luka yang akan bercerita, jika hanya melihatnya dari deskripsi pembuka. Dan sedikit clue, luka di sini mungkin ga ada obatnya. Start Oktober 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines