Story cover for Lingga by Claireecle
Lingga
  • WpView
    Reads 999
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 999
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Jul 10, 2023
Hiruk pikuk keramaian kota Jakarta yang menyebalkan bagi sebagian orang, dan mendebarkan kadang kala. Demikian dengan harga yang harus mereka bayar. Begitulah Lingga selama ini menjalani hari-harinya sebagai pelajar rantau yang memilih ibu kota sebagai tempatnya menimbah ilmu. Pun tempat pelarian terbaik dari busuknya keluarga yang selama ini ia anggap rumah. 

Sampai suatu hari, gadis berseragam SMA di depan cafe itu berkata, "Kak kepalanya berdarah." 

Sejak saat itu dunia Lingga berubah 190 derajat.
All Rights Reserved
Sign up to add Lingga to your library and receive updates
or
#307goodgirl
Content Guidelines
You may also like
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] by shazzy1612
48 parts Complete Mature
DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.
You may also like
Slide 1 of 10
Spring Romance (END) cover
Diandra [Completed] cover
YOUR EYES cover
Still You (Completed) cover
LYGA✔ (END) cover
Cuaca cover
Nathalia cover
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover
Lingga [SELESAI] cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover

Spring Romance (END)

54 parts Complete Mature

Lingga Paramitha dikenal sebagai biang gosip paling top di bagian divisi pemasaran. Semua gosip dari golongan A sampai golongan Z, ia tahu sepenuhnya. Meskipun begitu, ia sangat menyukai kehidupannya. Kalau bisa dibilang, ia memang suka mendengar kisah-kisah orang lain. Namun tiba-tiba dunianya yang menyenangkan terancam hancur ketika seseorang dari masa lalu hadir membawa malapetaka bagi hidupnya. Seseorang yang dibencinya, seseorang yang ingin ia buat menderita, seseorang yang... tidak mau ia temui. Dan seseorang itu malah menjadi direktur marketing di kantornya. Rafandra Devan Alexander.