RAGA
  • WpView
    Reads 41,059
  • WpVote
    Votes 1,989
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2025
[ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ] [ ON GOING ] Sejak awal, Raga dan Elgara sudah mengetahui sebuah rahasia besar tentang keluarga. Bahwa keduanya memang bukan terlahir sebagai saudara kandung, pada kenyataannya Raga sangat membenci Elgara, karena menurutnya Elgara selalu merebut semua yang ia inginkan. Mulai dari menjadi ketua klub musik di sekolah, menjadi murid berprestasi, dan yang paling penting menjadi kesayangan dan kebanggaan kedua orang tuanya. Raga membenci semua orang yang melihatnya sebelah mata, terutama mereka yang selalu melihatnya dengan bayang-bayang Elgara. Di mata banyak orang, Raga selalu terhimpit oleh sosok Elgara, tak pernah dilihat untuk dirinya sendiri. Namun, tidak untuk Kaliya Idistia, perempuan pemilik senyuman paling manis yang selalu tampil ceria dan memiliki hobi mengganggu kehidupan seorang Raga Agrana. - Kalo kata Raga. "Semesta akan tetap melaju, walau hidup bagai raga yang terus murung terpasung mendung. " Selamat menikmati cerita Raga, di mana setiap langkah membawa kita lebih dalam ke dalam lorong waktu yang penuh kejutan tak terduga. HIGHT RANK : #2 favorite ( 30-06-2025 )
All Rights Reserved
#527
aya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • RAGARA [ on going ]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • GASA [end]
  • Anggara | school series [End]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • [BL] Sudden Omega
  • ARGLADIS
  • Hanya Aku (ED)

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines