XAVIELLE
  • WpView
    LECTURAS 23,033
  • WpVote
    Votos 545
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 16, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
"Kamu tahu saya tidak suka dibantah?" suara Xavier pelan namun membuat Ellesa merinding akan nafas Xavier yang menerpa kulitnya. "Dan gue nggak suka diperintah!" sahut Ellesa membalas tatapan Xavier walaupun dalam hati gadis itu ketar ketir. "Kamu tinggal di rumah saya, jadi apapun yang saya perintahkan kamu harus menurut dan jangan membantah." "Emang lo siapa yang harus gue turutin?" tanya Ellesa dengan berani. "Saya suami kamu Ellesa, dan kamu istri saya. Tugas seorang istri melayani suaminya. Jika kamu tidak mau memasak, tak masalah. Asalkan kamu layani saya malam ini." ↷✦; w e l c o m e ❞
Todos los derechos reservados
#177
bedaumur
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ELSA & GINTARA [END]
  • ALEXANDRA ANJANI (ON GOING)
  • Takdir Semesta
  • My Husband Is A Cold Man
  • Serpihan Luka
  • CINTA TAK TERARAH
  • Be My Medicine [REVISI]
  • Kesempatan Kedua
  • Loving You

Beberapa tamu yang baru saja hadir berhasil membuat suasana di dalam Gereja semakin ramai. Situasi yang tentunya langsung membuat keringat Gintara bercucuran meski rasanya tidak gerah sama sekali. Ada gugup sekaligus haru yang baru pertama kali ia rasakan dalam hidupnya. Sambil melihat dirinya sendiri di pantulan kaca, ia kerap merapalkan doa semoga ini jadi yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Sebab ia percaya, apa yang sudah persatukan oleh Tuhan, tidak bisa dipisahkan manusia. Sementara itu, selang beberapa jam setelahnya, Elsa yang baru saja menyelesaikan riasan pengantinnya mulai sibuk mencari tisu. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini sudah tak terbendung lagi. Perasaan aneh yang menjelma jadi seulas senyum tipis terpoles di bibirnya kala melihat seorang penghulu yang sudah hadir. Tepat beberapa detik setelahnya, bayangan wajah laki-laki yang bertahun-tahun lamanya hidup dalam ceritanya semakin tergambar jelas. "Yuk, akadnya udah mau mulai," tegur Riska yang selalu jadi saksi bagaimana hati Elsa dibolak-balikkan oleh satu laki-laki yang sama. Sampai tangannya menangkap tangan Riska yang sudah tersenyum haru di sampingnya, Elsa tersadar bahwa sebentar lagi hidupnya akan benar-benar berubah. Tidak ada waktu lagi untuk memikirkan apa yang akan terjadi dalam hidupnya setelah ini. Elsa hanya ingin bahagianya nyata. Mungkin saja ini waktunya. Semoga.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido