Diana Hanifa, gadis biasa yang tidak punya tempat cerita. Pena dan kertas binder sudah menjadi sahabat sejatinya, menemani malam-malam beratnya. Menulis Diary sama sekali bukan hobi Diana, melainkan sebuah rutinitas yang telah menjadi keharusan dalam hidupnya. Kalau tidak meluapkan semuanya ke buku binder berjudul 'diary Diana' mungkin benang-benang pikirannya akan berubah menjadi tumpukan benang yang kalut, kusut, dan berantakan.
Diana sama sekali tidak pernah membiarkan sepasang mata lain melirik tulisannya. Namun kenapa kali ini, ia justru menceritakan isi diary yang selama ini ia tutup rapat? Ada apa dengan Diana?
Broken Home tidak harus selalu tentang perceraian, 'kan?
Semua orang pasti menginginkan kehidupan nyaman, harmonis, dan juga mendapat kasih sayang dari orang tua.
Entah dari mana semua bermula, seorang ibu yang terus bersabar menghadapi cobaan yang melelahkan hati dan seorang anak yang berusaha tegar dibalik keretakan keluarga.
Kisah cinta anak remaja yang penuh suka dan duka ada di sini. Namun, ini bukan cerita tentang seorang gadis lemah yang akan diam saja bila disakiti. Ini kisah tentang seorang, Adara Chareeze Nathania. Seorang gadis yang kuat dan baik hati.
*Cerita ini belum aku revisi. Banyak tanda baca dan penempatan huruf kapital yang salah. But, sebentar lagi bakal aku revisi, kok💙
#Qoutes di setiap Part cuma pelengkap.
(Sebagian di ambil dari google dan mikir sendiri)