We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DIARY DIANA

DIARY DIANA

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 12, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Diana Hanifa, gadis biasa yang tidak punya tempat cerita. Pena dan kertas binder sudah menjadi sahabat sejatinya, menemani malam-malam beratnya. Menulis Diary sama sekali bukan hobi Diana, melainkan sebuah rutinitas yang telah menjadi keharusan dalam hidupnya. Kalau tidak meluapkan semuanya ke buku binder berjudul 'diary Diana' mungkin benang-benang pikirannya akan berubah menjadi tumpukan benang yang kalut, kusut, dan berantakan. Diana sama sekali tidak pernah membiarkan sepasang mata lain melirik tulisannya. Namun kenapa kali ini, ia justru menceritakan isi diary yang selama ini ia tutup rapat? Ada apa dengan Diana?
All Rights Reserved
#292
divorced
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aghida [ON GOING]
  • I Just Need Love
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • untuk dhea, dilembar terakhir
  • The Blooming Lady [completed]

Sebelum kalian menyelami luka dalam cerita ini tolong tinggalkan jejak. Jangan jadi bayangan yang membaca dalam diam. Satu vote, satu komentar, adalah bentuk kecil dari penghargaan yang besar. SELAMAT MEMBACA! ------------ "Setiap teori butuh bukti. Tapi bagaimana jika kenyataan justru memutarbalikkan segalanya?" Aghida hidup diantara luka masa lalu dan rahasia yang terkubur rapi-seperti partikel yang tampak stabil tapi rapuh di inti. Ia menyalurkan pikirannya ke dalam bintang kertas, seolah menulis persamaan yang hanya ia dan semesta yang tahu jawabannya. Namun, ketika paper star hitam muncul dengan perlahan, berisi pesan-pesan gelap yang seolah ditulis oleh dirinya sendiri, kestabilan itu mulai runtuh. Aghida bukan sekadar gadis biasa. Ia hidup di antara trauma masa lalu, algoritma yang tak sengaja ia pecahkan, dan sistem pendidikan yang menyimpan terlalu banyak celah. Di balik ekspresinya yang datar, ada observasi tajam dan ribuan hipotesis dalam diam. Tapi satu hal yang belum bisa ia pecahkan: Kenapa dirinya selalu jadi pusat luka, dan mengapa ada yang begitu tertarik membongkar luka itu? Dan ketika gerbang sistem sekolah mulai terbuka, semua rahasia yang tersembunyi pun tak lagi bisa dikendalikan. Termasuk miliknya sendiri. -------------------- selamat membaca! start : 20 februari 2025 end : ©all pictures by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines