We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
You! You?

You! You?

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 13, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"You!" ucap aidan saat melihat rhea yang ada diambang pintu dengan nada terkejut. "You? " sahut rhea balik dengan nada bingung sambil mengerinyitkan dahinya. Aidan pun bangkit dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri rhea sambil berkata... "Apa anda tidak ingat saya?" ucap aidan. "Maaf, pak... Saya tidak pernah bertemu dengan anda se- tunggu..." ucap rhea terhenti saat mengingat kejadian itu. "You!" ucap rhea mengingat kejadian itu langsung berjalan cepat ke arah aidan dan menarik kerah kemeja aidan dengan kencang. Lalu... Plakk... * "Saya akan bertanggung jawab, nona angkara. Saya akan menikahi anda." ucap aidan dengan serius. "T-tunggu! Apa?" pekik terkejut rhea. "Anda tak salah dengar. Saya akan menikahi anda. Karena anda sedang mengandung calon anak saya. Saya harus bertanggung jawab." ucap aidan meyakinkan rhea. * Dipertemukan disatu hotel yang sama, karena kesalahan kecil rhea dan kesalahan besar aidan. Well juga... Ha, mabuk berat. Rhea dan aidan tanpa sadar melakukan 'hal itu' dalam pengaruh alkohol berat ditengah malam, aidan pun tanpa sadar juga telah meninggalkan rhea sendirian disebuah kamar hotel yang memang sudah ia pesan dan bayar. Tanpa tahu siapa nama gadis yang telah ia renggut keperawanannya dan tanpa tahu hasil permainan 1 malamnya itu membuahkan hasil. 1 pertemuan dari 2 orang manusia yang saling ceroboh itu telah menumbuhkan sebuah benih, benih yang mulai bertumbuh kembang diperut gadis berumur 19 tahun itu. Apa yang akan terjadi berikutnya? Lebih tepatnya apakah rhea akan mempertahankan bayi itu, demi aidan mungkin? Mari simak saja cerita ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESTINY OF MY LIFE (END)
  • MAGA (ON GOING)
  • Love Is You (Tamat)
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • JODOH salah ngomong
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • You're my mine[End✓]

🐣DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🐣 🐣DOML (DESTINY OF MY LIFE)🐣 🐣39 BAB + 2 EXTRA CHAPTER🐣 🐣WAJIB VOTE + KOMEN🐣 🐣AKAN REVISI SESUAI MOOD🐣 Mencintainya memang di luar kendaliku. Tapi bukan berarti aku rela di hamili oleh pria yang statusnya adalah kekasih sepupuku sendiri yang sangat dekat dan bahkan orang-orang lebih mengenal kami kembar. Tentu saja, aku tidak ingin menyakitinya. Namun siapa yang harus di salahkan? terlebih lagi ini semuanya sudah terjadi. "Gue bakal tanggung jawab," ucap Cakra sambil memegang tangan wanita di depannya yang masih memandanginya dengan wajah datar. Namun air mata yang keluar dari kedua matanya cukup menjelaskan bagaimana kondisi hatinya sekarang. "Gak perlu. Gue gak minta," jawab Viena yang melepaskan tangannya dari genggaman Cakra. "Gue yang mau," jawab Cakra dengan wajah seriusnya dan mencoba meyakinkan Wanita keras kepala di depannya itu. "Gue yang enggak!" balas Viena dengan sedikit mengeraskan nada suaranya. "Navia pasti bakal ngerti kondisi ini," ucap Cakra. "Gue bilang gak, ya enggak!" kekeuh Viena yang kemudian memasuki kamarnya dan menutup keras pintu kamarnya tersebut, sehingga meninggalkan Cakra sendirian. Laki-laki itu kini berada di keadaan yang membingungkan. Ia kini harus memutuskan bertanggung jawab dan itu tentu akan menyakiti kekasihnya, namun melepas tanggung jawab juga akan membuatnya terlihat seperti penjahat kelamin yang menelantarkan sepupu kekasihnya beserta juga anaknya. Jadi apa yang harus Cakra pilih? melepaskan atau mempertahankan. *** . . . INSTAGRAM @afama.fafa99 WATTPAD @putriHumairamaharani

More details
WpActionLinkContent Guidelines