Short Story: Nostalgia

Short Story: Nostalgia

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 12, 2023
Senyuman yang seperti matahari di pagi hari itu mengingatkan Riani Anugrah pada teman masa kecilnya. Dia seringkali mengajak Riani membaca buku fantasi yang dipinjamnya entah dari mana. Kemudian berlakon seolah pemeran utama dari dalam buku itu. Dia pintar dan menyenangkan, namun setelah beranjak dewasa, Riani tidak lagi bertemu dengannya.
All Rights Reserved
#864
masakecil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan
  • STRAWBERRY BOY
  • Bucin Ala Al [END]
  • 𝙾𝚞𝚛 𝚂𝚝𝚘𝚛𝚢
  • 𝐒𝐄𝐈 𝐌𝐈𝐎 𝐒𝐒𝟏 [𝐒𝐊𝐘𝐍𝐀𝐍𝐈]
  • Zero

Pernah nggak sih, lo ngerasa hidup lo kayak parodi yang nggak lucu-lucu amat? Awan, si tokoh utama dalam cerita ini, bukanlah pahlawan, bukan juga pecundang. Dia cuma... anak biasa yang sering merasa aneh di dunia yang lebih aneh lagi. Dari ruang kelas yang isinya lebih absurd dari sinetron jam 10 malam, sampai momen traumatis dipanggil pakai nama bapaknya sendiri oleh guru baru yang (ironisnya) bernama Selamet, semua ditulis dengan gaya satir, jujur, dan kadang bikin nyengir kuda. Bab demi bab mengupas kepingan masa kecil yang penuh luka kecil, ejekan teman, dan sistem pendidikan yang katanya demi "masa depan", tapi sering bikin masa saat ini jadi neraka kecil. Tapi jangan salah, di balik segala kekonyolan dan nostalgia getir itu... ada sudut pandang jujur tentang menjadi manusia. Tentang diteriakin nasib, dibecandain semesta, tapi tetap berusaha nyari tempat buat berdiri. Kalau lo pernah merasa nggak cocok di dunia ini, mungkin lo dan Awan cuma beda nama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines