Why Me? || Jennie Taehyung

Why Me? || Jennie Taehyung

  • WpView
    Reads 732
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 26, 2023
"Ketika kau punya kekayaan yang melimpah, disitulah kau dapat merasakan kebahagiaan yang tiada tara" Ungkapan tersebut disetujui oleh sebagian banyak orang, namun ada pula yang tidak setuju. Karena sesungguhnya, harta sebanyak apapun tak akan bisa membeli kebahagiaan yang tulus. KIM JENNIE, anak bungsu dari empat bersaudara. Dibesarkan oleh harta yang melimpah, namun tidak dengan kasih sayang keluarga. Orang tuanya terlalu sibuk dengan dunia karir, sehingga dari kecil JENNIE tumbuh tanpa kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuanya. Hal itu juga tak jauh berbeda ia dapatkan dari ketiga kakak lelakinya, terlalu sibuk akan dunia masing-masing. Tak sampai disitu penderitaannya, karena nyatanya orang-orang disekelilingnya ternyata adalah manusia penggila uang, katakanlah mereka 'munafik'. Berteman dengan JENNIE hanya untuk diperas uangnya saja. Sebenarnya JENNIE tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, karena yang dia inginkan hanyalah sebuah kebahagiaan yang didapat dari orang disekelilingnya. Namun ia juga tidak mau menjadi naif, jika ia nyatanya merasa sakit hati akan perbuatan orang-orang disekelilingnya. Hingga pada akhirnya ia memilih untuk menutup diri dari dunia luar, bahkan keluarganya sekalipun. Start from: 11-07-2023 The end:-
All Rights Reserved
#92
vnnie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FORGIVE ME, APPA || TAENNIE [TAMAT]
  • The dark side of elite schools. JENLIM/JENLISA
  • Lalisa "sorry"
  • PARADIGMA
  • MRS GENERAL - JENLISA [G!P]
  • the world of the familly (END)
  • I MUST BE PERFECT?
  • SENOR DE LA MAFIA (On going)

[C O M P L E T E D] " aku membencinya." "Bukan!" "aku sangat sangat membencinya." "Bayangkan saja! sesuatu yang sudah lama kau idamkan, dengan jangka waktu yang lama, dan sesuatu yang sangat berharga tentunya, ternyata tidak sesuai harapanmu." "Oh, tidak! Lebih tepatnya, mengecewakan." Dia hanya diam.. Dia hanya diam saat ku marahi. Dia hanya diam saat ku maki. Entah berapa banyak jenis makian yang keluar dari mulutku saat melihatnya. Bahkan dia masih diam seribu bahasa, saat aku menyiksanya. Aku membencinya! Aku benci dia! Anakku sendiri.... Cerita ini hanya sekedar fanfiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines