Bloody Crown

Bloody Crown

  • WpView
    Membaca 76
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 6, 2025
"Mahkotaku, kau tidak pantas terbunuh sepi. Hiduplah dengan menggenggam langkah yang berani." Lauren tersentak, dinding luka pengabaian penghinaan martabat yang ditahannya bertahun-tahun seketika runtuh. Atas saran ibundanya, digenggamnyalah pedang api yang akan menghunus tahta kerajaan. Namun, apakah semua akan berjalan lancar? Pengorbanan apa yang harus direlakan Lauren? Dan apakah akhirnya ia bahagia atas pilihan yang diraihnya? Yok baca kelanjutannya di cerita.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#339
dendam
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Gandakusuma
  • Surviving as the Abandoned Lady {END}
  • The  Replacement Lady (End)
  • Takhta Langit Arvalon ~END~
  • That Lady, With All Her Secrets
  • Roos
  • Faith in You : The Seeker
  • Rewrite My Second Life [END]
  • PENGERAJIN DAN PEDANG LEGENDARIS
  • Cemoro Geni [TAMAT]

Lima tahun lalu, Yara, gadis belia yang baru menginjak 12 tahun itu diusir karena dinilai mengancam kedaulatan kerajaannya. Dia dituduh berkhianat hingga rela membunuh ibu serta abdi-abdi setia yang mengetahui rencananya. Kemudian, sebagai cara untuk menebus kesalahannya, alih-alih diberi hukuman mati, dia hanya diasingkan ke sebuah desa terpencil di perbatasan. Hidup di pengasingan mengajarkannya bertahan, membangun kekuatan, dan merancang rencana balas dendam. Kini, Yara kembali dalam balutan kain sutra, menyamar sebagai penari di perayaan kemenangan perang dari Putra Mahkota kerajaan musuh yang disebut menjadi dalang dari alasannya diusir dari istana. Tujuan Yara hanya satu: menancapkan keris ke jantung sang Putra Mahkota! Namun, saat belatinya hampir menuntaskan dendam, lelaki itu malah tersenyum, seakan sudah menunggu saat ini sejak lama. "Yara, akhirnya kita bertemu lagi," ucap sang Putra Mahkota dengan sebaris senyum di wajahnya. Tak hanya senyumnya yang terasa janggal. Alih-alih menebas lehernya, Putra Mahkota justru mengumumkan sesuatu yang mengguncang dua kerajaan. Mereka akan... menikah! Terperangkap dalam pernikahan politik dengan musuhnya sendiri, Yara harus mencari tahu alasan di balik semua ini. Apakah ini jebakan? (10 April 2025-) copyright © 2025 by Pimenovaa

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan