Bloody Crown

Bloody Crown

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 6, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Mahkotaku, kau tidak pantas terbunuh sepi. Hiduplah dengan menggenggam langkah yang berani." Lauren tersentak, dinding luka pengabaian penghinaan martabat yang ditahannya bertahun-tahun seketika runtuh. Atas saran ibundanya, digenggamnyalah pedang api yang akan menghunus tahta kerajaan. Namun, apakah semua akan berjalan lancar? Pengorbanan apa yang harus direlakan Lauren? Dan apakah akhirnya ia bahagia atas pilihan yang diraihnya? Yok baca kelanjutannya di cerita.
All Rights Reserved
#8
sastraklasik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Destiny
  • Surviving as the Abandoned Lady {END}
  • Gandakusuma
  • Rewrite My Second Life [END]
  • Cemoro Geni [TAMAT]
  • The  Replacement Lady (End)
  • Mahkota Berdarah
  • PENGERAJIN DAN PEDANG LEGENDARIS

!WARNING Cover dan Semua gambar yang di ambil berasal dari pinterest. MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, UMPATAN, DAN JUGA BEBERAPA ADEGAN 18+ DIHARAP KEBIJAKAN PARA PEMBACA! --- -Karena tidak semua kisah cinta diciptakan untuk berakhir bahagia. Lysandra, sang putri yang dilahirkan bersamaan dengan kematian ibunya, dianggap sebagai pembawa malapetaka dalam istana megah tempat ia tumbuh. Bagaikan diasingkan di rumahnya sendiri-tak pernah benar-benar dianggap ada oleh ayah dan kakaknya, yang menyalahkannya atas hal yang tak pernah ia minta. Dibesarkan dalam bayang-bayang yang dingin, Lysandra hanya memiliki satu harapan sederhana: dicintai. Tiap langkahnya tak pernah disambut; tatapannya tak pernah dibalas. Semua memandangnya sebelah mata, mencibir, dan merendahkan keberadaannya. Namun Lysandra, dalam kepolosan hatinya, memilih untuk memaafkan. Karena ia tahu... dalam naifnya kasih, ia masih berharap-bahwa suatu hari, keluarganya akan melihatnya sebagai manusia. Namun hari itu tak kunjung datang. Justru, pada pesta debut nya-malam yang seharusnya menjadi simbol penerimaan dunia padanya-seorang gadis muncul, mengaku sebagai putri dari sang Kaisar. Di saat itulah takdir menertawakannya secara terang-terangan. Gelar, cinta, bahkan eksistensinya sendiri, seakan eksistensinya dihapus dari halaman takdir. Dan dalam satu malam, dunianya terbalik. "Sungguh cerita yang menyayat hati bukan? namun masalahnya... Mengapa aku kini menjadi dirinya!!?" --- "Setelah semua yang mereka lakukan, kau masih bisa memaafkan mereka?" "Mau bagaimanapun mereka adalah keluarga ku, terlebih, itu semua hanyalah masalalu, Ares." "Kau terlalu naif, terlalu rapuh. Karena itulah, biarkan aku yang melindungi mu." --- "Semoga... di kehidupan berikutnya, kita bisa bertemu lagi. Sebagai dua jiwa yang sama, dalam tubuh yang berbeda. Di dunia yang tak mengenal kata perpisahan..." --- "Bahkan di kehidupan ini juga, aku... tetap kehilangan dirimu, wahai pengantin cahaya ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines